in

Trilogy Community ingin Tularkan Kreativitas ke Generasi Millenial di Kota Semarang

Para nara sumber talk show “Drip it Play it” foto bersama usai kegiatan di Verve Cafe, Semarang, Sabtu (29/2/2020).

 

HALO SEMARANG – Trilogy Community ingin tularkan kreativitas ke generasi millenial di Kota Semarang.

Di era modern ini, anak muda generasi millenial tak perlu risau menentukan masa depanya, bagaimana, dan akan menjadi apa usai menyelesaikan pendidikan formal.

Semangat menjadi seorang yang bermanfaat untuk keluarga dan lingkungan, sangat perlu ditanamkan dalam upaya pengembangan inovasi bakat usia produktif.

Hal itu disampaikan Andika Widhi, Co Founder Trilogy Vape, yang juga penggagas acara sharing dan edukasi untuk menentukan masa depan dalam tajuk talk show “Drip it Play it, Trilogy Community” yang menggandeng anak muda dalam berbagai komunitas di Verve Cafe, Semarang, Sabtu (29/2/2020).

Andika Widhi mengatakan, dirinya senang kegiatan positifnya disambut antusias oleh kaum millenial di Kota Semarang.

“Kami mencoba untuk memberikan edukasi kepada anak muda usia produktif. Peserta yang datang dari berbagai komunitas yang anggotanya mempunyai wawasan out of the box di Kota Semarang. Di antaranya komunitas vape, street culture, komunitas literasi creative, dan masih banyak lagi,” ujarnya, di sela acara di Verve Cafe, Semarang, Sabtu (29/2/2020).

Tak sekadar berkumpul antarkomunitas, dalam acara tersebut juga diberikan edukasi dan motivasi membangun kreativitas untuk menentukan masa depan generasi muda di era modern dan serba digital.

“Nara sumber yang menjadi mentor dan pemberi materi talk show juga dari kalangan muda yang berhasil menciptakan peluang kerja, dalam inovasi bakat yang dipunyai. Yakni Andre Banyu founder akun media sosial ig @tempatbercakap, Satria Vijie pro skater juara dunia skaterboard, dan Ginanjar pengusaha mikro laundry umur muda,” terangnya.

Para pembicara yang hadir memberikan langsung kiat dan tip kepada para peserta. Ini dalam upaya mengembangkan kemampuan bakat secara profesional di luar bingkai pendidikan formal.

Andre Banyu mengaku bangga, pengalaman dan kinerja yang dilakukan bisa menjadi pengusaha muda yang memanfaatkan kecanggihan sosial media, ilmunya bisa ditularkan serta dicerna positif oleh peserta.

“Tentunya, dibutuhkan dobrakan dan kemaun keras untuk bisa bermanfaat untuk diri sendiri dan lingkungan. Kami buka secara luas akun sosial media tempat bicara. Millenial pengguna sosmed bisa saling berbagi dan bertukar informasi menentukan masa depanya dalam inovasi bakat yang dipunyainya,” jelasnya.

Tak hanya di dua kota, Kota Cirebon dan Kota Semarang, kegiatan tersebut juga akan dihelat di berbagai kota besar di Indonesia, yang menyasar generasi usia produktif.(HS)

Ada Kebijakan Pemberhentian Umroh dari Pemerintah Arab Saudi, Marimas Tetap Gelar Pengundian

Wali Kota Semarang Berharap Lindu Aji Kota Semarang Lebih Berkontribusi Positif Bagi Masyarakat