in

Dorong Transaksi Non Tunai, Tarif Tunai BRT Trans Semarang Bakal Naik Jadi Rp 4.000

Kepala BLU UPTD Trans Semarang, Hendrix Setiawan saat diwawancarai awak media, baru-baru ini.

HALO SEMARANG – Badan Layanan Umum (BLU) Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Trans Semarang berusaha meningkatkan transaksi cashless dalam pembayaran yang dilakukan masyarakat.

Kepala BLU UPTD Trans Semarang, Hendrix Setiawan mengatakan, dari informasi yang ada tidak lama lagi memang bakal ada penyesuaian transaksi tunai agar transaksi cashless bisa bertambah.

Salah satunya dengan penyesuaian tarif, yakni khusus transaksi tunai akan dinaikkan menjadi Rp 4 ribu, sementara transaksi non tunai masih tetap Rp 3.500.

“Sesuai arahan Pak Presiden RI Joko Widodo, pengguna transportasi didorong untuk menerapkan cashless. Kita masih persiapkan rencana ini, dengan mendorong transaksi cashless,” kata Hendrix Setiawan, Rabu (25/5/2022).

Hendrix, begitu ia disapa menjelaskan, formula untuk meningkatkan transaksi cashless masih terus digodok. Salah satunya dengan penyesuaian tarif khusus untuk transaksi tunai, yakni sebesar Rp 4 ribu. Namun rencana ini masih terus dimatangkan salah satunya dengan menunggu turunnya Perwal.

“Ada penyesuaian tarif khusus tunai, naik Rp 500. Kita masih tunggu turunnya Perwal,” jelasnya.

Dia menjelaskan, persentase transaksi non tunai atau cashless di Trans Semarang masih cukup kecil. Angkanya rata-rata sebesar 10 sampai 15 persen perhari, sisanya masih menggunakan transaksi tunai.

“Dominasinya masih pada transaksi tunai, kita coba memberikan berbagai promo untuk transaksi cashless, termasuk dengan penyesuaian tarif ini,” ujarnya.

Terpisah, Alfa Narendra dari Perwakilan Masyarakat Transportasi Indonesia sekaligus pengamat transportasi dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengakui, jika transaksi cashless saat ini harus ditingkatkan di transportasi umum termasuk Trans Semarang.

Pria yang juga menjadi dosen Teknik Sipil di Unnes ini mendorong Trans Semarang bisa memberikan rangsangan kepada masyarakat dengan penyesuaian tiket untuk transaksi tunai.

“Mungkin harus ada selisih harga, misalnya kalau transaksi tunai harus bayar Rp 4 ribu dan cashless tetap Rp 3.500, nantinya pengguna Trans Semarang akan berpindah ke non tunai,” katanya.

Dengan cashless kata dia, selain lebih mudah dan cepat dari segi transaksi, transparansi transaksi bisa dimaksimalkan, sehingga minim kebocoran. Dengan penyesuaian tarif sebesar Rp 4 ribu atau naik Rp 500 untuk transaksi tunai, dianggap masih wajar dan tidak memberatkan.

“Kalau naiknya misalnya Rp 500 ini tidak akan menimbulkan gejolak. Apalagi dari data yang ada, pengguna Trans Semarang adalah pengguna rutin setiap hari,” ujarnya.

Pihaknya berpesan, jika memang jadi dilakukan penyesuaian tarif untuk menggenjot transaksi non tunai, idealnya Trans Semarang terus melakukan sosialisasi dan mempersiapkan sarana dan prasarana dengan baik. (HS-06)

Terpacu untuk Selalu Menang Cepat

Tim Itwasda Polda Jateng: Pembangunan Zona Integritas di Polres Kendal Belum Maksimal