in

Tradisi Nyadran di Musala Nurul Karomah Kampung Melayu Semarang untuk Sambut Ramadan

Warga kampung Kalicilik, Kelurahan Dadapsari, Semarang Utara menggelar Tradisi Nyandran Musala Nurul Karomah Menyambut bulan suci Ramadan 1444 Hijriah, Rabu (22/3/2022).

RATUSAN warga kampung Kalicilik, Kelurahan Dadapsari, Semarang Utara, Kota Semarang menggelar Tradisi Nyadran di Musala Nurul Karomah menyambut bulan suci Ramadan 1444 Hijirah pada 29 Syakban atau Rabu (22/3/2023). Tak hanya arang tua, anak-anak, dan remaja pun ikut berbondong-bondong meramaikan kegiatan yang digelar setiap tahun jelang Ramadan itu.

Anak-anak juga membawa manggar, diiringi remaja yang memainkan alat musik rebana menambah kemeriahan acara. Acara diisi dengan tradisi ziarah ke makam salah satu Waliyullah di Semarang, Habib Muhammad Ba’abud Kalicilik dan Syarifah Alwiyah, yang makamnya satu lokasi dengan Musala Nurul Karomah.

Di makam Waliyullah Habib Muhammad dan Syarifah Alwiyah ini, warga berdoa tahlil dan membaca surat Yasin dipimpin oleh jemmah Musala Nurul Karomah, Habib Rifki Shahab, dan pengurus lainnya. Selain makam tersebut, warga juga mendatangi beberapa lokasi makam lainnya di sekitar Kalicilik.

Mereka menyusuri jalan berkeliling seperti rute Jalan Layur, dan sekitarnya di kawasan Kampung Melayu ini, kemudian terakhir ke Makam Habib Muhammad Kalicilik.

Dikatakan Habib Rifki Shahab, bahwa kegiatan tradisi nyadran di Musala Nurul Karomah untuk menyambut bulan suci Ramadan 1444 Hijiriah dan sudah menjadi agenda tahunan yang dilaksanakan warga sekitar. Tahun ini, warga antusias dan lebih ramai dibandingkan tahun sebelumnya yang masih kondisi pandemi.

“Diharapkan dengan melaksanakan tradisi nyadran ini jemaah Musala Nurul Karomah dan warga Kalicilik diberikan kekuatan dan keberkahan untuk menjalankan ibadah puasa. Dan sekaligus mencari berkah dan karomah dari salah satu waliyullah yang dimakamkan di Semarang, yaitu Habib Muhammad Kalicilik dan Syarifah Alwiyah,” terangnya, Rabu (22/3/2023).

Pihaknya juga berharap tradisi nyadran ini bisa menjadi salah satu acara menambah keanekaragaman kebudayaan di Kota Semarang, khususnya di Kampung Melayu. Selain itu, dirinya menyambut baik dengan adanya revitalisasi di Kawasan Kampung Melayu yang sudah bagus dan tertata baik seperti sekarang ini.

“Dan menjadi jujugan wisatawan dari berbagai daerah yang ingin belajar tentang sejarah, tradisi, dan kebudayaan di sini,” pungkasnya.(HS)

Pastikan Suplai dan Harga Pangan Aman Selama Ramadan, Ganjar: Mudah-mudahan Puasanya Lancar

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1444H Jatuh pada Kamis, 23 Maret 2023