in

Tolak Bayaran Murah Lagi

Francis Ngannou/dok

 

HALO SEMARANG – Francis Ngannou akan turun dalam laga unifikasi sabuk juara kelas berat Ultimate Fighting Championship (UFC), 23 Januari mendatang. Berstatus kampiun divisi berat, Ngannou bakal menghadapi juara interim, Ciryl Gane.

Masa depan Si Pemangsa, julukan Ngannou, di UFC masih belum jelas. Petarung asal Kamerun ini belum menyepakati kontrak baru. Perpanjangan kontrak itu sulit terjadi karena The Predator belum menyetujui proposal kontrak anyar di UFC.

‘’Saya ingin bertahan, tapi saya merasa tidak memiliki promotor lagi,’’ ujar Francis seperti dikutip dari MMA News.

Sengketa Ngannou dan UFC adalah soal bayaran. Si Pemangsa menuntut bayaran lebih besar yang sulit dipenuhi UFC.

‘’Saya tak akan bertarung untuk bayaran 500.000 atau 600.000 dolar lagi. Saya menjalani pertarungan melawan Gane hanya untuk alasan pribadi,’’ paparnya.

Ngannou disebut-sebut meminta honor minimal 1 juta dolar AS (sekira Rp 14 miliar).

Saat mengalahkan Stipe Miocic, 27 Maret lalu, Francis hanya menerima bayaran total 580 ribu dolar. Sebagai perbandingan, Miocic dibayar 790 ribu dolar dalam pertarungan itu.

Tensi dengan promotor semakin panas setelah Ngannou juga merasa tidak dihargai. (HS-06)

Jagokan Ducati Juara Dunia MotoGP

Kendal dan Pemalang Jadi Pilot Project e-Tempat Pelelangan Ikan di Jawa Tengah