HALO SEMARANG – Sejumlah tokoh masyarakat dan adat Kalimantan Timur, menyampaikan aspirasi dan mendukung pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.
Hal itu terungkap dalam pertemuan para tokoh itu, dengan Presiden Joko Widodo, di Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, belum lama.
“Sama-sama kita dengarkan, pertama bahwa tokoh masyarakat adat Kalimantan Timur sangat antusias dan mendukung penuh pembangunan IKN,” kata Deputi Bidang Pemantauan, Evaluasi, dan Pengendalian Pembangunan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Taufik Hanafi, setelah pertemuan Presiden Jokowi dengan sejumlah tokoh tersebut.
Dalam pertemuan itu, para tokoh juga memberikan sejumlah masukan kepada Presiden, termasuk mengenai pentingnya memperhatikan kearifan lokal.
“Tentu ada masukan-masukan sangat berharga, mulai dari pentingnya memperhatikan kearifan lokal, penguatan SDM, dan juga yang tidak kalah pentingnya adalah aspek budaya, yang ini terus akan diperhatikan dan ditingkatkan di dalam pengembangan IKN mendatang,” kata Taufik Hanafi, seperti dirilis Setkab.go.id.
Lebih lanjut dikatakan, dukungan terhadap pembangunan IKN di Kalimantan Timur, disampaikan oleh Sultan Kutai Kartanegara, Muhammad Arifin..
“Kami atas nama Sultan Kutai Kartanegara, mendukung penuh 100 persen diadakannya pembangunan IKN saat ini,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Sultan Paser, Muhammad Jarnawi, yang menyebut bahwa Kesultanan Paser menyambut antusias pembangunan IKN. Dia juga mengaku sangat bangga bisa bertemu dan berdialog dengan Presiden Joko Widodo.
“Kami dari Kesultanan Paser, menyambut antusias IKN dan kami memohon segera dibangun ibu kota negara baru ini. Karena kami yakin, dengan perpindahan ibu kota baru, mudah-mudahan membawa wajah baru dan martabat di dunia. Kami juga meminta dari Kesultanan Paser dibuatkan Istana di dekat ibu kota negara,” jelasnya.
Kepala Adat Dayak Kenya, Ajang Tedung, menerima dengan senang hati rencana pembangunan IKN. Di samping itu, ia juga meminta agar masyarakat adat dilibatkan dalam Badan Otorita dan pembangunan fisik IKN tersebut.
“Pertama itu, dengan adanya IKN ini tolong di dalam Badan Otorita tuh masyarakat adat bisa diakomodasi. Yang kedua dalam pembangunan fisik, masyarakat sebagai mitra kerja. Yang ketiga kearifan lokal, tolong perhatikan kearifan lokal, adat istiadat, budaya,” kata Ajang.
Dukungan juga datang dari Syarifuddin HR, selaku Ketua Kerukunan Bubuhan Banjar. Ia pun meminta agar masyarakat adat setempat lebih diperhatikan, terutama menyangkut kualitas sumber daya manusianya.
“Kami hanya minta tolong diperhatikan sumber daya manusia kami, supaya tidak kalah dengan saudara-saudara kami pendatang dari luar nantinya. Supaya saudara-saudara kami, generasi kami nanti bisa bersaing. Penduduk Kalimantan adalah penduduk yang welcome, yang selalu bisa menghargai satu sama lain,” ujar Syarifuddin.
Sementara itu, Wakil Ketua 2 Keluarga Kerukunan Sulawesi Selatan, Andi Singkeru, mengatakan bahwa sebagai masyarakat pendatang pihaknya sudah berbaur dan hidup berdampingan dengan masyarakat asli Kalimantan. Ia menyebut bahwa masyarakat apapun yang mengisi IKN nantinya adalah masyarakat Indonesia.
“Kami bersama keluarga, bersama anak cucu, kami berdampingan dengan suku-suku asli, kami berharap agar bisa menjadi wadah yang terbaik ke depan,” tandasnya. (HS-08)