in

Tokoh Agama Beri 9 Rekomendasi Pemilu Damai dan Cegah Perundungan pada Bupati Purbalingga

Bupati Purbalingga menghadiri halaqoh ulama dan tokoh agama, di Pondok Pesantren Roudlotul Mu'jizat, Desa Pekalongan Kecamatan Bojongsari, kabupaten Purbalingga, belum lama ini.(Foto : purbalinggakab.go.id)

 

HALO PURBALINGGA – Banyaknya kasus perundungan dan situasi menjelang Pemilu 2024, membuat para ulama dan tokoh agama memberikan sejumlah rekomendasi kepada Pemkab Purbalingga.

Sembilan rekomendasi tersebut disampaikan kepada Bupati Purbalingga, saat menghadiri halaqoh ulama dan tokoh agama, di Pondok Pesantren Roudlotul Mu’jizat, Desa Pekalongan Kecamatan Bojongsari, kabupaten Purbalingga, belum lama ini.

“Terima kasih atas masukan yang disampaikan. Rekomendasi dari hasil halaqoh akan kita perhatikan, pelajari, dan Insya Allah akan kita tindaklanjuti dalam pemerintah daerah mengambil kebijakan,” kata Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, seperti dirilis purbalinggakab.go.id.

Bupati tidak menampik banyak kasus bullying terjadi di Tanah Air dan ada pula yang terjadsi di Purbalingga.

Pihaknya juga masih mendapatkan laporan, bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak banyak terjadi.

Untuk itu bupati mengajak ulama dan tokoh agama, ikut membantu mengkampanyekan setop bullying dan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Nderek titip, di setiap kegiatan ceramah keagamaan termasuk salah satunya khotbah Jumat, disisipkan kampanye setop bullying, setop kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan agar kita bisa bersama-sama mengatasi masalah yang mendesak ini,” kata Bupati.

Bupati menegaskan, jika penyelesaian tentang perundungan dan kekerasan terhadap anak dan perempuan tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah.

Dibutuhkan kerja sama dari semua pihak, terutama dari para alim ulama dan tokoh agama.

“Mudah-mudahan dengan sinergitas yang kompak antara pemerintah dan para ulama kasus bullying dan kekerasan pada perempuan dan anak di tahun yang akan datang bisa mengalami penurunan signifikan,” ujar bupati.

Menyinggung gelaran Pemilu Serentak pada tahun 2024 mendatang, Bupati Tiwi memiliki harapan kepada para ulama dan tokoh agama di Purbalingga bisa menjadi pemersatu dan ikut mengawal gelaran pesta demokrasi rakyat agar bisa berjalan sukses, lancar, aman, damai, dan kondusif.

“Berharap para alim ulama bisa ikut mengajak seluruh jamaah ikut berpartisipasi dalam pemilu serentak. Karena betapa pun satu suara sangat penting menentukan nasib bangsa ini,” kata dia.

Juru Bicara Ulama dan Tokoh Agama, KH Ahmad Masykur Husni, membacakan sembilan rekomendasi ulama dan tokoh agama, antara lain menyarankan adanya program penyuluhan terkait bullying.

Selain itu menggandeng ulama dan tokoh agama, dalam pendidikan moral dan etika, mendorong satuan pendidikan untuk membentuk tim khusus pendampingan pelaku dan korban intimidasi.

Kemudian, mendorong lembaga-lembaga keagamaan, mengambil peran aktif dalam mengatasi isu-isu sosial termasuk perundungan.

Pemerintah juga perlu mengajak ulama dan tokoh agama, untuk berdialog aktif dengan masyarakat serta memperingatkan ulama untuk tidak mempolitisasi agama dalam khotbah.

Bupati juga perlu memfasilitasi kolaborasi pemerintah dan lembaga keagamaan, dalam rangka menjaga berlangsungnya pemilu.

Diperlukan pula upaya untuk selalu mengawasi potensi munculnya radikalisme di lingkungan masyarakat, serta terus menjaga kerja sama yang baik alim ulama dan umaro, dalam mencegah polarisasi, yang dapat mengganggu pelaksanaan pemilu.

Sembilan rekomendasi tersebut, ditandatangani oleh 11 kiai, yakni KH Abror Musodik, KH Ahmad Masykur Husni, KH Nurcholis Masrur, KH Abdul Ghofur, Kiai Umi Mahtum, KH Arif Musodik, KH Baedowi MZ, Kiai M Tofik Hidayat, Kiai Ikhsan, Kiai Nur Nasuha, KH Hamid Bustomi.(HS-08)

Prakiraan Cuaca Semarang dan Sekitarnya, Senin (23/10/2023)

Operasi Pasar di Cilacap Dimulai, Beras Premium Dijual Rp 10.000 Per Kilogram