HALO KENDAL – Diharapkan para pelaku usaha lokal di Kabupaten Kendal dapat memasukkan produk-produk unggulannya di e-katalog lokal Kabupaten Kendal, sehingga bisa lebih meningkatkan pasar e-katalog Kendal.
Hal ini disampaikan Direktur Pengembangan Sistem Katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Yulianto Prihhandoyo, di Pendopo Tumenggung Bahurekso Setda Kendal, Jumat (18/11/2022).
“E-katalog adalah aplikasi atau platform belanja online yang dikembangkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah,” jelasnya, saat sosialisasi terkait e-katalog yang diikuti para Kepala OPD.
Yulianto mengatakan, dengan memasukkan produk-produk usaha lokal di e-katalog lokal Kendal, membuat semakin banyak produk yang ditampilkan, maka potensi produk yang terbeli juga akan semakin besar.
Dirinya juga berpesan kepada OPD, untuk segera mengumpulkan seluruh pelaku usaha mikro kecil yang berpotensi di Kendal, lalu lakukan pengurusan NIB dan akun LPSE di tempat.
“Caranya mudah, jadi para pelaku usaha mesti mempunyai NIB (Nomor Induk Berusaha) dulu. Ngurus NIB juga tidak sulit di OSS atau melalui DPTMPTSP. Nanti setelah itu akan diarahkan ke LPSE dan akan dikasih semacam akun username password, setelah itu yang bersangkutan nanti bisa secara mandiri tinggal login masukin produk,” paparnya.
Menurutnya, ada beberapa produk unggulan lokal Kendal yang bisa ditampilkan. Contohnya emping mlinjo dari Desa Bendosari, Kecamatan Plantungan. Sehingga bisa menumbuhkan perekonomian di desa tersebut semakin meningkat.
“Dengan e-katalog, bisa saja emping mlinjonya Kabupaten Kendal terbeli oleh kementerian atau lembaga lain di Jakarta atau dimana saja,” ujarnya.
Sementara itu, Sekda Kendal, Sugiono menjelaskan, guna meningkatkan pasar e-katalog lokal, pihaknya akan segera membuka e-katalog lokal sebanyak mungkin mulai dari produk UMKM hingga produk kontruksi.
“Mindset kita sekarang mengutamakan katalog dulu baru tender. Kami juga akan berdiskusi dengan OPD untuk memetakan kegiatan ataupun proyek-proyek yang ada. Kita inventarisir mana-mana yang bisa kita belanja melalui e-katalog,” jelasnya.
Sugiono menegaskan, dengan diperbanyaknya toko pada e-katalog dan memperbanyak jumlah belanja, diharapkan produk lokal Kendal juga akan meningkat. Sehingga juga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Kendal.
Dirinya menyebut, di Kendal saat ini ada 19 etalase katalog, dengan jumlah penyedia sebanyak 66 penyedia, dan jumlah produk sebanyak 1.195, yang nilai transaksi pengadaannya mencapai Rp 3,91 miliar.
“Insyaallah e-katalog produk Kendal akan meningkat pesat, termasuk emping dari Bendosari yang selama ini dipasarkan di luar Kendal juga bisa dimasukkan e-katalog,” tandasnya. (HS-06)