HALO REMBANG – Pemerintah Kabupaten Rembang mengintensifkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban selama pelaksanaan Iduladha 1447 Hijriah, guna memastikan daging kurban aman dan layak dikonsumsi masyarakat.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, mengatakan pihaknya menerjunkan tim kesehatan hewan, untuk melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem di berbagai lokasi penyembelihan hewan kurban di wilayah Kabupaten Rembang.
“Selain melakukan pendataan, kami juga menerjunkan tim kesehatan hewan untuk melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem di sejumlah lokasi penyembelihan,” ujarnya, Kamis (28/5/2026), seperti dirilis rembangkab.go.id.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas menemukan beberapa bagian organ dalam hewan kurban yang tidak layak konsumsi di wilayah Kecamatan Sale dan Rembang Kota.
“Beberapa kemarin di Sale dan di Rembang Kota ditemukan ada cacing hati sama ada bercak di paru. Atas kondisi itu tim kami meminta kepada panitia untuk disisihkan, dibuang, untuk tidak didistribusikan ke masyarakat,” tegas Agus.
Menurutnya, temuan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan rekomendasi pemusnahan bagian organ yang terindikasi tidak sehat agar tidak membahayakan warga masyarakat.
Ia menambahkan, pengawasan kesehatan hewan kurban akan terus dilakukan selama pelaksanaan Iduladha berlangsung.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan pangan asal hewan yang dibagikan kepada masyarakat.
Dintanpan juga mengimbau panitia kurban untuk selalu berkoordinasi dengan petugas kesehatan hewan apabila menemukan kondisi organ hewan yang mencurigakan saat proses penyembelihan maupun pembagian daging kurban.
Sapi Bantuan
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Rembang menyalurkan sapi bantuan kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kepada masyarakat Dukuh Balong, Desa Kumendung, Kecamatan Rembang, pada momentum Iduladha 1447 Hijriah.
Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Rembang H. Harno di depan Masjid Al-Hidayah, Kamis (28/5/2026).
Sapi jenis limosin dengan bobot mencapai 1,065 ton tersebut kemudian disembelih pada hari kedua Iduladha dan dagingnya dibagikan kepada ratusan warga sekitar.
Bupati Harno mengatakan bantuan sapi kurban dari Presiden menjadi bentuk perhatian Pemerintah Pusat kepada masyarakat daerah sekaligus mempererat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial pada momentum Iduladha.
“Alhamdulillah berjalan lancar. Pemerintah daerah mendapat bantuan sapi dari Pak Presiden untuk diberikan kepada Masjid Al-Hidayah dan nanti dagingnya dibagikan kepada warga sekitar,” ujar Bupati.
Pemkab Rembang turut memastikan proses penyembelihan berjalan aman dan sesuai ketentuan kesehatan hewan.
Tim dari Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang melakukan pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dan sesudah penyembelihan melalui tahapan antemortem dan postmortem.
Pemeriksaan dilakukan oleh dokter hewan dan tim teknis guna memastikan daging kurban aman dan layak dikonsumsi masyarakat.
Ketua panitia penyembelihan, Sugir, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan sapi kurban tersebut. Menurutnya, daging sapi akan dibagikan kepada sekitar 450 kepala keluarga di lingkungan setempat.
“Untuk 450 warga kurang lebih, satu rumah satu paket. Panitia nanti membagikan, dan kami senang sekali mendapat bantuan dari Presiden,” ungkapnya.
Sapi limosin yang diberi nama “Avanza” itu merupakan milik peternak asal Desa Meteseh, Kecamatan Kaliori, Suparmin. Hewan kurban tersebut dibeli dengan harga Rp113 juta.
Suparmin mengaku bangga sapinya terpilih menjadi hewan kurban bantuan Presiden. Ia berharap hal itu dapat memotivasi para peternak lokal untuk terus meningkatkan kualitas ternak di Kabupaten Rembang.(HS-08)


