HALO KENDAL – Adanya perpanjangan rute perjalanan angkutan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng, yang diresmikan oleh Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki, Senin lalu (22/8) mendapat tanggapan positif dari masyarakat.
Meski demikian, jarak antar bus atau interval masih cukup panjang. Sehingga membuat calon penumpang harus menunggu cukup lama.
Hal ini perlu dilakukan monitoring dan evaluasi oleh dinas terkait, supaya jarak waktu antar bus bisa lebih diperpendek.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal, Mohammad Eko saat dihubungi mengatakan, untuk jumlah penumpang BRT Trans Jateng dari Terminal Mangkang, Terminal Bahurekso dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Weleri rata-rata masih stabil.
Dijelaskan, sejak diresmikan perpanjangan rute dari Terminal Bahurekso Kendal menuju RTH Weleri, Senin (22/8) lalu hingga Senin (29/8) tercatat jumlah penumpang sebanyak 29.207.
“Dengan rincian, penumpang umum sebanyak 17.260, buruh 1980, pelajar 9.962 dan veteran lima penumpang,” papar Eko.
Sementara terpantau di lapangan, interval antar bus lamanya 30 menit sekali. Hal ini menurutnya, harus ada penambahan jumlah armada. Sehingga interval tidak terlalu lama.
Selain itu, juga melihat jumlah penumpang BRT Trans Jateng dari Weleri, untuk dilaporkan kepada pihak pengelola BRT di Provinsi Jawa Tengah.
“Rencana awal 20 armada, saat ini baru ada 14 armada, dan yang sampai ke RTH Weleri hanya enam armada. Terkait penambahan kewenangan armada, adalah kewenangan BLU Trans Jateng,” ungkap Eko.
Menurut petugas pengawas rute Trans Jateng di RTH Weleri, Munadi, setiap hari ada kenaikan jumlah penumpang. Saat ini rata-rata jumlah penumpang 25 30 yang naik dari shelter RTH Weleri.
Dikatakan, interval perjalanan BRT Trans Jeteng dari Terminal Bahurekso setiap 30 menit sekali. Hal ini dikarenakan armada yang belum semuanya masuk ke rute Bahurekso – RTH Weleri.
“Saat ini baru ada enam bus yang melayani rute Terminal Bahurekso ke RTH Weleri. Nanti kalau sudah normal dan semua armada sudah masuk ke RTH, kemungkinan interval bisa 10-15 menit sekali” ujar Munadi.
Sementara itu, salah seorang penumpang, Ani (44) warga Weleri mengaku dirinya merasa aman dan nyaman ketika berangkat kerja dari Weleri menuju Kendal menggunakan bus Trans Jateng tersebut.
Diungkapkan, dengan adanya BRT Trans Jateng hingga ke Weleri, dirinya tidak lagi repot harus berpindah angkutan saat sampai di Terminal Bahurekso dan akan menuju Weleri.
Ani berharap, adanya penambahan armada untuk jalur Weleri ini. Supaya masyarakat tidak harus menunggu lama.
“Ya kami sebagai masyarakat merasa terbantu dengan adanya perpanjangan rute ini. Karena tidak perlu repot, tinggal naik dari halte, kemudian duduk dan menikmati layanan bus yang nyaman,” ungkapnya. (HS-06)