HALO SEMARANG – Biro Haji dan Umroh, Fatimah Zahra telah memberangkatkan tiga kloter, dengan total sebanyak 267 jamaah ke Tanah Suci Mekkah. Namun, tercatat ada 37 calon jamaah haji yang gagal berangkat karena terkendala visa Haji Furoda tidak keluar sampai batas waktu akhir.
General Manager Fatimah Zahra, Firdaus Mohammad Adam, mengatakan pihaknya sebenarnya masih berharap semua visa jamaah bisa diterbitkan.
“Tapi, setelah menunggu sampai subuh tadi karena hari ini adalah hari terakhir keberangkatan Haji, teryata ada yang tidak keluar. Tadi malam berharap keluar last minute, subuh itu kami hitung last minute, tapi qodarrullah tidak keluar sampai pagi ini,” ujar Firdaus, saat acara pelepasan keberangkatan Jamaah Haji Khusus di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sabtu (31/5/2025).
Dengan adanya 37 calon Jamaah Haji Furoda yang gagal diberangkatkan Fatimah Zahra tahun ini, dampaknya Fatimah Zahra mengalami kerugian karena pembayaran tiket pesawat, bus, dan hotel di tanah suci sudah dibayarkan dan itu tidak dibebankan kepada calon Jamaah.
“Pasti (rugi), karena semua tiket penerbangan, hotel , bus sudah payment semua, itu tidak kita bebankan ke jamaah. Ada 37 calon Jamaah Haji Furoda gagal berangkat dari kami. Kerugian pasti ada, hampir Rp 5 miliar,” ungkapnya.
Firdaus juga menjelaskan pemberitahuan ke para calon Jamaah Haji Furoda sudah dilakukan. Pihaknya menawarkan refund uang muka atau down payment (DP) kepada calon Jamaah Haji Furoda yang batal berangkat. Namun Fatimah Zahra juga membuka peluang untuk mengalihkan ke Haji Khusus atau Umroh.
“Kepada jemamah kita sudah mengeluarkan surat, kita buat statement, visa dinyatakan tidak keluar. Refund jamaah sudah tawarkan beberapa opsi yaitu kembalikan refund uang 100 persen. Ada opsi kedua alihkan ke Haji Khusus atau ada yang mau berangkatkan Umroh. Sudah ada konfirmasi diberangkatkan Umroh 10 orang,” jelasnya.
Firdaus juga menghimbau masyarakat agar lebih memilih Haji Khusus atau ONH Plus dibanding Haji Furoda. Berdasarkan pengalaman pemberangkatan Haji Furoda sejak 2019, sempat terjadi hal serupa tahun 2022 namun akhirnya visa keluar pada H-1 pemberangkatan.
“Kami harapkan calon jamaah dimanapun yang ingin lakukan pendaftaran haji baiknya daftar di Haji Khusus, tidak mengharapkan Haji Furoda,” imbuh Firdaus.
“Kami jalan Furoda sejak 2019 dan tahun 2022 pernah alami hal serupa tapi H-1 visa keluar. Kalau sekarang ya kita pikirkan lagi. Ini resiko bisnis, kalau mau untung harus siap rugi,” paparnya.
Sedangkan biaya haji Furoda, Firdaus menjelaskan, sekitar USD 13.900 untuk visanya saja, sedangkan paketnya sekitar USD 16.950. Namun dia menegaskan Haji Furoda tidak sama dengan Haji Khusus dalam fasilitasnya. Harga yang lebih tinggi disebabkan karena percepatan visa sehingga bisa langsung berangkat.
“Furoda sejatinya hanya percepatan visa, fasilitas pasti berbeda karena Maktab Haji Furoda dan Haji Khusus berbeda. Haji Khusus jarak lebih dekat dari lempar jumroh, Haji Furoda lebih jauh . Yang membuat mahal karena biaya visa mempercepat, atau cepat berangkat. Jadi banyak salah persepsi Haji Furoda mewah dan VIP, hanya nama visa yang didapat lebih cepat. Untuk fasilitas maktab di sana berbeda,” jelas Firdaus.
“Hari ini kloter ketiga atau terakhir sudah diberangkatkan karena tanggal 4 Zulhijah hari terakhir untuk jamaah haji masuk ke tanah suci,” lanjutnya.
Salah satu jamaah Umroh Haji Khusus Fatimah Zahra, yang juga Wakil Bupati Pekalongan, Sukirman mengatakan, memang memilih Haji Khusus dibanding Furoda meski tetap ada masa tunggu selama tujuh tahun. Dia juga sempat mendapat laporan dari warganya soal gagal berangkat Haji Furoda.
“Kalau saya Furoda nggak lah. Terbukti sekarang Furoda jadi dinamika. Semoga ini jadi bahan evaluasi,” pungkas Sukirman, saat ditemui awak media. (HS-06)