HALO KEBUMEN – Pemerintah Kabupaten Kebumen, menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Terinci Kinerja Atas Efektivitas Upaya Pemerintah Daerah Dalam Penyediaan Akses Air Minum yang Layak dan Aman Kepada Masyarakat Tahun 2020 sampai dengan Semester 1 Tahun 2022.
LHP diserahkan oleh Kepala Perwakilan BPK Provinsi Jawa Tengah, Hari Wiwoho kepada Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto di Kantor Perwakilan BPK RI Jawa Tengah, di Banyumanik, Kota Semarang, Kamis (5/1/2023).
Selain Kebumen, ada dua kabupaten lain yang menerima LHP air bersih, yakni Pekalongan dan Boyolali.
Bupati Kebumen dalam sambutannya mewakili tiga kabupaten yang diundang, mengatakan penyediaan air bersih menjadi sesuatu yang sangat penting di masyarakat, sebagai ciri kehidupan masyarakat yang sehat.
“Karena tanpa air bersih, sudah pasti masyarakat kita gampang terkena penyakit. Maka penyedian air bersih menjadi sangat penting untuk kesehatan masyarakat, dan ketahanan keluarga di tiap-tiap daerah,” kata Arif Sugiyanto, seperti dirilis kebumenkab.go.id.
Bupati juga menyatakan, Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat, atau dikenal dengan sebutan Pamsimas di Kabupaten Kebumen masih harus ditingkatkan.
“Apa yang masih kurang dalam laporan ini tentunya harus dicatat dan diperbaiki, agar bagaimana semua masyarakat di Kebumen ke depan sudah bisa mengakses atau menikmati air bersih,” ucapnya.
Bupati melihat dalam beberapa kunjungan di lapangan, terutama di desa masih melihat ada beberapa program Pamsimas tidak berfungsi atau alatnya rusak.
“Ini ke depan yang perlu segera diperbaiki lagi, bahkan semua wilayah harus terjangkau Pamsimas,” tuturnya
Bupati juga menyampaikan bahwa ia masih melihat beberapa masyarakat di desa yang masih mengunakan air yang kurang sehat untuk konsumsi sehari-hari, ada jentik nyamuk misalnya.
“Mestinya ke depan tidak ada lagi, kesadaran masyarakat untuk bisa mau hidup sehat juga perlu ditingkatkan,” harapnya. (HS-08)