HALO DEMAK – Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PSHB) di lingkungan sekolah, bukan hanya awal dari pembangunan sekolah Adiwiyata, melainkan juga kunci untuk untuk mengembangkan sekolah berprestasi.
Hal itu disampaikan Kepala SD Negeri Ngelowetan, Kabupaten Demak, Rusmaji Azinar, terkait Program Sekolah Adiwiyata dan sejumlah prestasi yang diraih oleh sekolah yang dia pimpin.
Dia mengatakan, Sekolah Adiwiyata merupakan program untuk membentuk lembaga pendidikan yang peduli, berbudaya lingkungan, dan menekankan prinsip edukatif, partisipatif serta berkelanjutan.
“Dengan penerapan PSHB mampu menjadikan lingkungan sekolah sehat. Lingkungan sekolah yang sehat akan berpengaruh terhadap kesehatan warga sekolah,” kata Rusmaji, seperti dirilis demakkab.go.id, Jumat (22/12/2023).
Dengan terciptanya lingkungan sehat, menurut dia, akan membantu memperlancar proses belajar mengajar, dan berimbas pada peningkatan prestasi sekolah.
“Alhamdulillah SD Negeri Ngelowetan berhasil menorehkan banyak prestasi,” kata dia.
Untuk prestasi akademik tingkat Kabupaten Demak, di antaranya juara 1 olimpiade sains, juara 1 lomba TIKI, Juara 1 lomba cipta dan baca puisi, juara 1 lomba rebana, dan juara 1 lomba cerita islami.
“Kemudian untuk prestasi non akademik, yang berhasil diraih SD Negeri Ngelowetan diantaranya, juara 1 lomba voly tingkat karisidenan, juara 1 lomba TUS tingkat Kabupaten, dan juara lomba adiwiyata tingkat Kabupaten,” paparnya.
Salah satu Kader Adiwiyata, Gelis Radha Janitra mengaku senang dengan penerapan Program Adiwiyata di sekolahnya.
Dengan diterapkannya program tersebut, menurut Gelis Radha Janitra, dapat melatih siswa berbudaya bersih dan sehat.
“Lingkungan sekolah saya bersih, sehat, dan hijau. Penerapan program wiyata yang dikemas dengan bermacam kegiatan juga tidak membosankan. Saya jadi betah di sekolah,” ungkap siswa kelas IIIa yang juga pemenang lomba TIKI tingkat Kabupaten ini. (HS-08)