HALO SPORT – Upaya menyeimbangkan level kompetisi di MotoGP dengan pemberian konsesi bagi Honda dan Yamaha masih belum menemukan hasil setelah KTM dan Aprilia meminta lebih dengan pembatasan khusus buat Ducati yang mendominasi.
CEO Dorna Sports, Carlos Ezpeleta, menyatakan pemberian konsesi khusus kepada pabrikan Jepang itu masih sekadar wacana.
Pasalnya, belum ditemukan kesepakatan mutlak antara lima pabrikan yang tergabung dalam Asosiasi Pabrikan Balap Motor (MSMA).
Salah satu alasan yang sulit dibantah adalah fakta Honda dan Yamaha tak memenuhi syarat untuk mendapatkan konsesi menurut peraturan yang berlaku.
Untuk turun kasta menjadi pabrikan konsesi, pabrikan harus melalui satu musim penuh tanpa sekali pun finis tiga besar.
Musim ini Yamaha sudah tiga kali mengalaminya melalui Fabio Quartararo.
Sementara Honda hanya dua kali, tetapi salah satu di antaranya adalah kemenangan Alex Rins pada MotoGP Americas.
Dua pabrikan Eropa, Aprilia dan KTM, yang semula terlihat unggul juga berada dalam situasi yang tak lebih baik dalam beberapa seri terakhir.
KTM, Aprilia, dan Honda terseok-seok dengan cuma sekali melihat pembalap mereka menembus podium setelah balapan utama.
Sorotan kini bergeser menjadi bagaimana caranya membatasi dominasi Ducati.
Selain tak pernah gagal finis tiga besar, Ducati memborong 15 kemenangan dari 18 balapan yang sudah berjalan melalui lima pembalap berbeda.
Tiga pembalap teratas dalam klasemen sementara MotoGP 2023 juga semuanya Ducati.
CEO Aprilia Massimo Rivola melontarkan ide lain untuk membatasi jumlah tim pelanggan dari setiap pabrikan dibatasi menjadi dua.l
Keuntungan dalam jumlah pembalap membuat Ducati juga memimpin dalam urusan koleksi data.
Masalahnya, di satu sisi Ducati memberikan pelayanan lebih, termasuk dukungan teknisi di lintasan sehingga lebih dipilih oleh tim-tim independen.
Keluhan Aprilia soal pembatasan jumlah tim pelanggan ini langsung dimentahkan General Manager Ducati Gigi Dall’Igna.
Menurut Gigi, yang terpenting tetap kualitas dan bukan kuantitas.
Niat mengucilkan Ducati dengan pembatasan aturan juga kurang disukai Carmelo Ezpeleta.
Ezpeleta menegaskan bagaimanapun Ducati tetap harus mendapat kredit karena berhasil menciptakan inovasi tanpa melangkahi regulasi.
Jalan tengah akhirnya coba diambil dengan Ducati hanya akan dibatasi dalam aspek pengujian saja di mana salah satunya adalah pengurangan jatah ban untuk tes.
Di samping itu, ada rencana pengurangan jatah wildcard bagi Ducati karena memiliki terlalu banyak pembalap di lintasan.
Menurut laporan Speedweek, karena kesepakatan mutlak dari seluruh pabrikan sulit terpenuhi, mereka harus menurunkan posisi demi menemukan kompromi. (HS-06)