in

Tanoto Foundation Akan Dampingi Pemkot Semarang Tingkatkan Kapasitas Literasi

Kegiatan Media Forum Group Discussion bertema Kolaborasi Media Dalam Membangun Kesadaran Publik tentang Literasi dan Numerasi di Semarang, Kamis (13/3/2025).

HALO SEMARANG – Tanoto Foundation akan turut serta membantu Pemerintah Kota Semarang dalam mengeksekusi setiap kebijakan guna peningkatan kapasitas literasi dan numerasi. Sebab, dengan budaya literasi yang baik dimulai sejak dini oleh siswa, diharapkan akan menghasilkan Sumber Daya Manusia berkarakter untuk pembangunan bangsa.

Menurut Medi Yusva, Java Regional Lead Tanoto Foundation, saat ini pihaknya akan fokus untuk mendampingi Pemerintah Kota Semarang, yakni dalam dua hal, yaitu pengasuhan dan stimulasi sejak dini, kemudian mendorong agar memiliki kecakapan literasi dan numerasi untuk semua anak di kelas 3 SD.

“Kami juga masuk mendampingi dalam penyusunan kurikulum, agar pengasuhan dan stimulasi dini menyebar di seluruh kabupaten/kota mitra, salah satunya di Semarang. Dengan mengirimkan fasilitator yang telah dilatih untuk meningkatkan keterlibatan dalam pembelajaran untuk para guru,” paparnya, saat dalam acara Media Forum Group Discussion Kolaborasi Media Dalam Membangun Kesadaran Publik tentang Literasi dan Numerasi di Semarang, Kamis (13/3/2025).

Medi menyampaikan, harapannya dengan hadirnya di Kota Semarang nantinya pemerintah kota akan lebih mudah mengambil kebijakan terkait pendidikan.

“Kami telah memberikan sebuah platform untuk dapat melihat kondisi sebenarnya yang ada di Kota Semarang dan apa yang dibutuhkan untuk satuan pendidikan dari data tersebut,” imbuhnya.

Selain peningkatan pendidikan, lanjut dia, Tanoto Foundation pun banyak melakukan hal-hal teknis dalam menangani masalah stunting, namun kasus stunting saat ini mulai menurun.

Salah satu pembicara dalam acara diskusi tersebut, Rohmadi, guru di Semarang yang juga fasilitator Tanoto Foundation memaparkan, bersama timnya telah menyusun sebanyak 44 buku cerita digital. Yang berisi literasi lokal di Semarang, cerita suatu wilayah yang diambil dari legenda masyarakat sekitar ataupun kuliner khas, dan budaya setempat.

“Ini untuk mendukung pengenalan serta daya literasi bagi siswa dini atau awal. Diterapkan di sekolah dengan membiasakan siswa membaca cerita 15 menit sebelum pembelajaran dimulai. Atau di sela- sela pembelajaran siswa di kelas,” katanya.

Nanti para guru bisa memanfaatkan buku cerita digital ini dengan menscan barcode kode QR, lalu masuk ke kanal sibooky dan kolom Dinas Pendidikan Berkarya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan kota Semarang, Bambang Pramusinto menjelaskan, bahwa masalah literasi siswa saat ini perlu ditingkatkan sehingga masih menjadi tantangan dan pekerjaan rumah yanh cukup besar. Selain juga faktor utamanya karena kompetensi guru yang masih harus ditingkatkan.

“Selama ini, guru hanya memberikan sebatas materi pelajaran, namun belum sampai pada memahami dan pengaplikasiannya. Untuk itu dari Tanoto Faundation bisa ikut memberikan pelatihan -pelatihan untuk guru, sehingga kapasitas tenaga pendidik meningkat,” harapnya. (HS-06)

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Jumat (14/3/2025)

Pemkab Demak Sediakan Bus Mudik Gratis, Berangkat 26 Maret dari TMII