HALO SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menargetkan tambahan investasi pada tahun 2025 ini sebesar Rp 2 triliun. Tahun 2024 lalu, pencapaian investasi di Kota Semarang di angka Rp 28,2 Triliun, dari target Rp 27,3 triliun.
Kepala DPMPTSP Kota Semarang, Diah Supartiningtias mengatakan, investasi tahun 2025 ini masih sangat potensial. Di tahun 2024 lalu, target investasi yang dicanangkan yakni Rp 27,3 triliun bisa tercapai, dengan pencapaian Rp 28,2 triliun.
“Target tahun lalu bisa terealisasi, tahun ini kita targetnya di angka Rp 29 triliun lebih,” ungkapnya, Senin (10/2).
Pada tahun 2025 ini, lanjut dia, diperkirakan proyek besar untuk investasi belum masuk. Diah menjelaskan, secara spesifik investasi ada dua jenis, yakni dari Penanaman Modal Asing (PMA), dan dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
“Tahun lalu mayoritas PMDN, tahun ini mungkin sama dengan nilai kurang dari Rp 5 miliar,” jelasnya.
Sedangkan pada sektor PMDN ini, mayoritas adalah pemodal yang bergerak di sektor jasa dan perdagangan. Selain itu dari sektor pariwisata, seperti restoran, cafe dan lainnya. Pada tahun ini, menurutnya trend investasi masih sama seperti tahun 2024 lalu.
“Kalau yang PMA masuknya ke Kendal, karena disana ada kawasan khusus. Di Semarang ini cenderung PMDN, berupa pelaku usaha pariwisata serta jasa,” katanya.
Diah menambahkan, nantinya akan ada penambahan hotel baru di sekitar Padma Hotel. Untuk penambahan mal, lanjut Diah, kemungkinan pemodal akan menyelesaikan mal yang saat ini sudah dalam proses pembangunan.
“Hotel akan ada penambahan, lalu juga ada proyek penambahan sekolah di Semarang atas,” pungkasnya. (HS-06)