HALO KENDAL – Sejumlah warga Desa Kebonharjo korban banjir bandang jebolnya tanggul sungai Bodri memilih bertahan di Posko Pengungsian Carcentro Jambearum, Kecamatan Patebon Kendal, sampai dengan Jumat (31/1/2025).
Padahal, para warga yang terdiri dari anak-anak, dewasa dan lansia tersebut sudah mengungsi di Carcentro sejak Selasa (21/1/2025) lalu.
Pemilik Carcentro, Mashuri mengaku, dirinya malah senang tempatnya bisa bermanfaat untuk membantu warga yang ditimpa musibah banjir bandang. Apalagi kondisi beberapa hari terakhir hujan deras mengguyur Kabupaten Kendal.
“Saya malah senang tempat saya bermanfaat untuk warga yang mengungsi. Mereka kan sedang kesusahan, karena rumahnya belum bisa ditempati,” ujarnya, Jumat (31/1/2025).
Sementara ditanya terkait logistik untuk para pengungsi, Mashuri menjawab, selama ini memang ada pendistribusian dari pemda, namun sudah dihentikan, dan sekarang ia bersama teman dan sahabat yang menyokong kebutuhan para pengungsi.
“Kalau soal makanan dan minuman, Insya-Allah saya bersama para sahabat masih bisa menyediakan. Ya, meski dengan lauk pauk seadanya. Alhamdulillah para pengungsi bisa menerima,” ungkapnya.
Mashuri menyebut, jumlah pengunsi yang ada di Carcentro sekarang berjumlah 44 jiwa. Terdiri dari 26 pengungsi lama dan 18 pengungsi tambahan.
“Ya kami berharap pemerintah bisa membantu, minimal ada petugas yang ikut menjaga para pengungsi di sini. Ya bagaimana pun kan mereka juga butuh perhatian terkait kesehatan,” harapnya.
Salah seorang pengungsi, Irvan dari RT 4 RW IV, Desa Kebonharjo mengaku, dirinya kembali ke tempat pengungsian Carcentro karena merasa trauma jika tanggul sungai Bodri kembali jebol, karena ada dua titik tanggul yang terlihat sudah tergerus dan mulai menipis.
“Kami adalah pengunsi pertama di sini dan kemarin sempat pulang ke rumah bersih-bersih. Tapi karena hujan terus menerus, kami merasa trauma, jika tanggul kembali jebol dan banjir. Makannya kami kembali ke sini,” ungkapnya.(HS)