in

Suci Cahyaning Dewi, Pengusaha Sukses yang Sekaligus Pengajar di Usia Muda

MENJADI sukses sebagai seorang pengusaha tidak bisa diraih begitu saja, butuh ketelatenan dan kerja keras. Hal inilah yang membuat cewek ramah kelahiran tahun 1990 ini bisa seperti sekarang ini. Dia adalah Suci Cahyaning Dewi, meski masih berusia 31 tahun, namun usaha frozen food yang digelutinya, terutama jenis galantin dan bakso kemasan sejak beberapa tahun lalu, telah merambah luas di pasaran.

Tak hanya itu, Suci panggilan akrabnya ternyata masih aktif menjadi salah satu staf pengajar di sebuah sekolah di daerah tempat tinggalnya di Kabupaten Boyolali. Tentunya, Suci yang menekuni profesinya sebagai pendidik, selain dituntut punya jiwa “ngemong”, juga butuh kesabaran dan pengabdian.

“Selain sibuk melayani orderan bakso dan galantin tiap harinya dari para pedagang, aku tidak mau meninggalkan profesi guru ini. Kalau bisa aku ingin tetap bisa menjadi seorang pendidik, meski usaha jualan bakso dan galantin saat ini terbilang lancar,” kata lulusan Sastra Inggris dari IKIP PGRI Semarang ini, saat dihubungi Halosemarang, Rabu (20/7).

Diceritakan cewek yang punya hobi traveling ini, tiap hari sedikitnya ada tiga pasar besar di Boyolali dan Klaten sudah berada dalam jangkauan pasarnya. Yaitu Pasar Simo di Boyolali, lalu Pasar Gringging dan Gabus di Kabupaten Klaten.

“Kalau pedagang yang jadi pengecer produk bakso kemasan sih jumlahnya sudah ada ratusan orang. Mulai dari pedagang-pedagang bakso kemasan di pasar, sampai ke tukang-tukang sayur di tiap perumahan, semua sudah terjangkau produk dengan merek Bakso Berkah,” imbuh Suci.

Adapun rata-rata penjualan, lanjut Suci bisa tembus diangka 800 pax per harinya. Belum lagi produk galantin yang tak kalah laris manis.

Meski sudah memiliki pedagang yang menjadi mitra untuk mendistribusikan bakso kemasannya, Suci belum berpuas hati. Dirinya, tetap ingin mengabdikan diri sebagai seorang pendidik bagi generasi masa depan bangsa. (HS-06)

Awas !!!! Merokok di Sekitar Nabawi Bisa Kena Denda

Polisi Sebut Penembakan Istri Anggota TNI di Banyumanik Bukan Dilakukan oleh Profesional, Ini Penjelasannya