HALO KENDAL – Persoalan aktivitas pertambangan galian C di Kabupaten Kendal seperti fenomena gunung es. Hal itu diungkapkan Sisca Meritania, Ketua Komisi C DPRD Kendal, usai menerima audiensi warga dari Kecamatan Ngampel, atas dampak dari aktivitas pertambangan galian C di desanya.
“Jadi, sejumlah warga dari Forum Masyarakat Ngampel Peduli Lingkungan, menyampaikan keluhan dampak yang ditimbulkan dari aktivitas galian C. Di mana jalan menjadi rusak dan berlubang yang dapat membahayakan keselamatan, juga berdebu yang mengganggu kesehatan,” ujarnya, Jumat (27/6/2025).
Sisca mengungkapkan, selama ini banyak menerima keluhan atau aduan warga terkait aktivitas pertambangan galian C. Namun dirinya menampung dan mencarikan solusinya.
“Ya keluhan warga saya tampung, kemudian kita undang pihak-pihak terkait untuk mencari solusinya. Jadi bukannya saya ini menghambat adanya aktivitas galian C itu ya, tapi bersama mencari solusi yang terbaik dan kenyamanan warga,” jelasnya.
Sisca juga menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi langkah Ketua DPRD Kendal, Mahfud Sodiq, yang kemarin telah turun langsung dan ikut menemui warga untuk menampung aspirasi.
“Saya selaku Ketua Komisi C mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Mahfud selaku Ketua DPRD Kendal, yang langsung turun dan menemani, untuk menerima audiensi serta menampung aspirasi, serta mencari solusi apa yang disampaikan warga,” ungkapnya.
“Harapannya segera menemukan titik solusi yang terbaik, untuk kenyamanan warga. Karena itu yang menjadi periorts kami,” tandas Sisca.
Sebelumnya massa yang menamakan Forum Masyarakat Ngampel Peduli Lingkungan, menggelar aksi damai, yang dimulai dari Balai Desa Jatirejo menuju kantor DPRD Kendal, Kamis (26/6/2025).
Dalam audiensi dengan Ketua DPRD Kendal, juga hadir Kepala Dinas PUPR Kendal, Sudaryanto dan Kepala Badan Kesbangpol Kendal, Alfebian Yulando, serta perwakilan Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kendal, Polres dan Kodim Kendal.
Salah satu warga Desa Jatirejo yang menjadi koordinator lapangan, Ali Sodikin mengatakan kedatangan rombongannya untuk mengadukan kondisi jalan yang rusak dan berdebu akibat aktivitas dump truk galian C di wilayah Desa Jatirejo.
“Keluhannya yang pertama adalah, sebagai masyarakat Jatirejo dan saya mewakili warga, selaku pengguna dan mewakili para warga Jatirejo sebenarnya tuntutan yang paling utama itu adalah jalan. Kemudian juga kemacetan yang ditimbulkan dengan banyak armada yang lalulalang serta volumenya terlalu banyak,” ujarnya.
Selain itu, Ali Sodikin menyebut dampak jalan rusak tersebut juga mengakibatkan para warga yang melintas terjatuh dan ada juga yang terserempet armada truk tambang.
“Ada beberapa warga yang jatuh juga akibat keserempet dan juga jalan itu berlubang, berlumpur juga apalagi pada saat cuaca panas itu berdebu jika telat melakukan penyiramannya,” jelasnya.
Keluhan lainnya yang disampaikan Ali Sodikin kepada anggota dewan adalah terkait dengan jam operasional truk tambang tersebut yang dinilai tidak tertib.
Ia juga mengaku, kondisi itu telah dialami warga selama dua tahun lebih, namun tidak ada tanggapan dari pihak penambang. Bahkan dirinya mengaku, warga pernah mengajak pihak penambang untuk bersama-sama memperbaiki jalan yang rusak.
“Pernah warga mengajak pihak penambang bersama-sama memperbaiki jalan yang rusak. Karena itu jalan umum, bukan jalan milik pengusaha tambang saja,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kendal, Mahfud Sodiq mengatakan pihaknya telah menampung aspirasi dari warga yang menamakan Forum Masyarakat Ngampel Peduli Lingkungan. Ia berjanji mencarikan solusi untuk persoalan tersebut.
“Kita akan mencari titik temu yang terbaik seperti apa, dan nanti setelah melakukan koordinasi ada titik yang serius. Kami juga akan mengundang pihak-pihak terkait termasuk para pengusaha tambang dan kepala OPD, serta perwakilan warga untuk duduk bersama,” ujarnya.(HS)