in

Setelah Setahun Tak Beroperasi, Pelabuhan Kendal Bakal Dibuka Kembali

Kapal Kalibodri saat berlabuh di Pelabuhan Kendal saat masih beroperasi beberapa tahun lalu.

HALO KENDAL – Pelabuhan Kendal yang sudah satu tahun tidak beroperasi karena mengalami pendangkalan akibat terjadinya sedimentasi, dalam waktu dekat akan kembali dibuka.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi beberapa waktu lalu, saat kegiatan Bersatu Siaga. Menurutnya, setelah selesai pengerukan di bulan Juni, maka diperkirakan pada bulan Juli mendatang Pelabuhan Kendal sudah bisa beroperasi.

“Persiapan untuk beroperasi sudah mulai dilakukan, seperti pembenahan kantor dan sosialisasi. Bulan Juni ini pengerukan kemungkinan selesai, mudah-mudahan bulan Juli nanti bisa beroperasi,” ujarnya.

Wabup menjelaskan, untuk rute masih sama dengan sebelumnya, yaitu Kendal – Kumai, Kalimantan Tengah pulang-pergi.

“Namun untuk kapal penumpangnya, sudah tidak lagi menggunakan KMP Kalibodri, tapi menggunakan KMP Salim,” jelasnya.

Wabup menyebut, untuk biaya operasional pembukaan kembali Pelabuhan Kendal cukup besar, mulai dari pengerukan dan lain-lain, semuanya berasal dari pihak ketiga.

“Karena biayanya cukup besar, maka kami bekerja sama dengan pihak swasta untuk pengerukan ini. Harapannya, setelah dibuka kembali, Pelabuhan Kendal akan lebih ramai, sehingga bisa menghasilkan pendapatan asli daerah yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Pelabuhan Kendal dengan rute ke Pelabuhan Kumai Kalimantan Tengah, mulai dibuka pada awal 2016 lalu. Perjalanan dibuka rutin seminggu dua kali yang membawa penumpang dan muatan barang.

Setelah delapan tahun berjalan lancar, tiba-tiba harus berhenti, karena terjadi sedimentasi yang parah, sehingga mengalami pendangkalan perairan. Satu-satunya kapal yang biasa beroperasi pun meninggalkan pelabuhan.

Ketua DPRD Kendal, Mahfud Sodiq mengapresiasi dengan dibukanya kembali Pelabuhan Kendal.

Dirinya berharap, untuk Pelabuhan Niaga Kendal yang sejak dibangun belum pernah beroperasi, juga bisa segera beroperasi.

“Mudah-mudahan setelah Pelabuhan Penumpang beroperasi, bisa dilanjutkan dengan Pelabuhan Niaga supaya bisa beroperasi,” harap Mahfud.(HS)

DKD Batang Siap Optimalkan Terasvara untuk Media Edukasi

Kecelakaan “Adu Banteng” di Muktiharjo Semarang, Satu Meninggal, Satu Kritis