in

Serap Aspirasi Gen-Z, Pemkab Blora Gelar Musrenbang Khusus

Wakil Bupati Blora Sri Setyorini, berfoto bersama peserta Musrenbang khusus Gen-Z, perempuan, dan kelompok rentan, termasuk difabel ini. Acara ini digelar Pemkab Blora, di aula Lt II Bapperida Blora, Rabu (25/2/2026). (Foto : blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Wakil Bupati Blora Sri Setyorini menekankan Generasi Z atau Gen Z kini bukanlah generasi masa depan, melainkan generasi masa kini, yang berperan aktif dalam dinamika kehidupan masyarakat.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Blora Sri Setyorini, dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, di aula Lt II Bapperida Blora, Rabu (25/2/2026).

Musrenbang khusus yang melibatkan Gen-Z, perempuan, dan kelompok rentan, termasuk difabel ini, digelar untuk menampung aspirasi, masukan sekaligus usulan pembangunan, dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Blora tahun 2027.

Musrenbang bertema Gen-Z, kelompok rentan sesarengan dalam peningkatan produktivitas daerah dan pengembangan pariwisata serta ekonomi kreatif ini, dibuka oleh Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini.

Wakil Bupati Blora Sri Setyorini dalam sambutannya menjelaskan musrenbang ini, bukan hanya forum formalitas, tetapi ruang partisipasi aktif dan inklusif, untuk memastikan bahwa arah pembangunan Kabupaten Blora, benar-benar lahir dari aspirasi seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.

“Kita menyadari bahwa Generasi Z saat ini bukan lagi generasi masa depan, tetapi generasi masa kini,” kata Wabup, seperti dirilis blorakab.go.id.

Menurut Sri Setyorini, Generasi Z adalah inovator digital, penggerak ekonomi kreatif, dan agen perubahan sosial.

Di era transformasi digital, mereka berpotensi besar mengembangkan konten kreatif, UMKM berbasis digital, pemasaran pariwisata melalui media sosial, hingga pengembangan start-up lokal.

Demikian pula perempuan. Menurut dia, perempuan Blora telah menunjukkan peran penting dalam sektor UMKM, pertanian, pendidikan, kesehatan, hingga industri rumahan.

Pemberdayaan perempuan bukan hanya isu kesetaraan, tetapi strategi pembangunan. Ketika perempuan berdaya, keluarga kuat, dan ketika keluarga kuat, daerah pun maju.

“Kita juga tidak boleh melupakan kelompok rentan, penyandang disabilitas, lansia, masyarakat miskin, serta kelompok marginal lainnya,” kata dia.

Wabup juga menjelaskan bahwa kabupaten Blora memiliki potensi besar di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Kekayaan alam, budaya, serta kearifan lokal kita merupakan modal utama. Pengembangan destinasi wisata, penguatan desa wisata, serta promosi potensi unggulan harus kita dorong dengan pendekatan inovatif dan kolaboratif.

“Di sinilah peran Gen-Z sebagai kreator konten, perempuan sebagai pelaku UMKM dan penggerak komunitas, serta kelompok rentan sebagai bagian dari ekosistem produktif daerah menjadi sangat penting. Kita ingin pariwisata Blora tidak hanya berkembang, tetapi juga inklusif dan memberikan manfaat ekonomi yang merata,” terangnya.

Melalui Musrenbang ini, diharapkan muncul gagasan-gagasan inovatif dan aplikatif; terbangun komitmen bersama lintas sektor; dan penajaman pencapaian target indikator Perangkat Daerah dalam menangani kelompok ini sehingga tersusun program prioritas RKPD 2027 yang responsif gender, ramah anak, inklusif disabilitas, dan berbasis potensi lokal.

“Partisipasi aktif saudara-saudara sangat menentukan kualitas perencanaan kita. Jangan ragu menyampaikan ide, kritik, maupun usulan konstruktif. Pemerintah Kabupaten Blora berkomitmen untuk menjadikan hasil Musrenbang ini sebagai bagian penting dalam perumusan kebijakan pembangunan tahun 2027,” harapnya.

“Mari kita kuatkan kolaborasi. Kita bangun Blora dengan semangat kebersamaan (sesarengan). Dengan gotong royong, inovasi, dan keberpihakan pada kelompok strategis, saya yakin produktivitas daerah akan meningkat dan sektor pariwisata serta ekonomi kreatif akan menjadi lokomotif pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata dia.

Sementara itu, Jayadi Ketua Komisi B DPRD Blora menuturkan Musrenbang ini tepat untuk bersama sama kita membangun Blora. Mengingat di tahun 2026 tantangan ekonomi global, perubahan iklim yang harus kita lalui.

“Gen Z bukan lagi pemimpin masa depan tapi penentu hari ini. Di 2026 Blora butuh inovasi. Kami tidak ingin kalian jadi obyek atau penonton di medsos. Kami butuh kontribusi nyata agar ekonomi bisa tumbuh. Kami DPRD siap mengawal dan menampung aspirasi kalian,” tegasnya.

Usai dibuka dilanjutkan dengan diskusi secara interaktif dengan narasumber wakil Bupati Blora dan para peserta baik daring maupun yang hadir secara zoom. (Tim Kominfo Blora).

Hadir pula Forkopimda Kabupaten Blora, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Blora, para kepala perangkat daerah, perwakilan organisasi perempuan, Gen-Z, Organisasi Anak, Organisasi Masyarakat, lansia, difabel, akademisi dan dunia usaha; BUMN, BUMD; serta tamu undangan yang hadir secara luring maupun daring. (HS-08)

 

 

Tanggapi Aksi Premanisme Debt Collector, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Aparat Hukum Bertindak Tegas

Hadiri Sertijab DWP, Sekda Karanganyar Tekankan Pentingnya Inovasi