in

Sempat Buang 90 Persen Obat Terkontaminasi, RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Pastikan Kini Stok Aman dan Cukup

Persediaan air minum, obat, dan vitamin RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang. (Foto : kemkes.go.id)

 

HALO SEMARANG – RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang memastikan pasokan obat-obatan untuk IGD dan poli darurat dalam kondisi aman dan mencukupi.

Sebagian besar stok lama rusak akibat terendam lumpur, namun bantuan cepat dari berbagai lembaga membuat layanan tetap berjalan.

Pelaksana pelayanan dari RS Kemenkes Adam Malik, Ade Rachmat Yudiyanto menyampaikan obat lama yang dapat diselamatkan dari risiko kontaminasi hanya kurang dari 10 persen.

Obat-obat tersebut kemudian dibuang, untuk mencegah risiko pada pasien. “Daripada berisiko, lebih baik dibuang. Kita pakai yang benar-benar aman,” ujarnya, seperti dirilis kemkes.go.id.

Namun demikian, kebutuhan obat dapat dipenuhi karena ada dukungan RS Kemenkes Adam Malik, serta tim dari UI dan Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI).

Bantuan mencakup obat infeksi, analgesik, obat kulit, hingga perbekalan medis dasar yang dibutuhkan untuk layanan pascabanjir. Seluruh stok langsung didistribusikan ke IGD dan poli prioritas.

Menurut Ade, aliran bantuan datang cepat karena banyak pihak memahami kondisi RSUD Aceh Tamiang, yang kehilangan hampir seluruh fasilitas farmasi. Tim farmasi rumah sakit juga langsung menginventarisasi ulang obat yang masuk.

“Dengan pasokan yang tersedia, pelayanan IGD, perawatan inap darurat, dan poli dapat berjalan tanpa gangguan. Tidak ada kasus yang tertunda karena kekurangan obat selama hari pertama,” tuturnya.

Ia menambahkan, ketersediaan obat saat ini bahkan lebih dari cukup, meski pengelolaan tetap dilakukan ketat karena situasi darurat masih berlangsung. Ruang penyimpanan obat sementara juga telah ditata agar distribusi lebih cepat dan aman dari sisa lumpur.

Buka Poliklinik

RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang juga mulai membuka kembali pelayanan poliklinik darurat, Rabu (10/12/2025), di ruang darurat belakang IGD. Hal itu karena ruangan utama masih rusak dan terendam lumpur.

“Yang penting pelayanan tidak berhenti. Ruangan ideal belum siap, tetapi kita hidupkan dulu rumah sakitnya,” kata dia.

Beberapa layanan yang mulai berjalan antara lain poli paru, rehabilitasi medik, penyakit dalam, kulit, kandungan, dan poli anak.

Selain itu, sejumlah dokter umum dikerahkan untuk memperkuat triase IGD, sekaligus membantu pemeriksaan poli.

Seluruh ruang pelayanan masih jauh dari standar karena bangunan lama terdampak lumpur tebal. Penataan dilakukan dengan memanfaatkan area yang paling memungkinkan digunakan.

“Meja pemeriksaan, tempat duduk pasien, hingga alur antrean dirancang sederhana agar aktivitas dapat tetap berlangsung tanpa menghambat pasien,” kata dr. Ade.

Meski sederhana, antrean pasien mulai terlihat sejak pagi. Warga menyambut pembukaan poli karena banyak keluhan pascabanjir, terutama infeksi kulit dan gangguan pernapasan, membutuhkan pemeriksaan segera.

Hingga siang, alur pelayanan berjalan lancar. Dokter ditempatkan di meja-meja terpisah sesuai jenis layanan, sementara petugas tambahan membantu mengatur kedatangan pasien.

Ade memperkirakan situasi darurat akan berlangsung beberapa pekan hingga ruangan poli permanen selesai dibersihkan dan diperbaiki. (HS-08)

 

 

Hak-Hak Warga Negara Harus Jadi Fokus Utama Aparat dalam Implementasikan KUHAP Baru

Berdedikasi dan Menginspirasi, 33 ASN di Jateng Raih Abdi Nagari Award 2025