HALO PEMALANG – Plt Bupati Pemalang, Nurkholes, membuka Festival Gebyar Lampu Merah Putih di Jalan Raya Desa Kandang, Kecamatan Comal, baru-baru ini.
Sebelum membuka festival, Nurkholes didampingi Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang, Sri Indah Lestari, serta Forkopimcam Comal meninjau berbagai lampu hias yang menghiasi sepanjang jalan Desa Kandang.
Beragam kreasi ditampilkan masyarakat, mulai dari replika Jembatan Suramadu, Monumen Nasional (Monas), hingga aneka bentuk satwa.
Festival yang berlangsung pada 1–31 Agustus 2026 tersebut, menjadi salah satu bentuk kreativitas dan kegotongroyongan masyarakat Desa Kandang dalam memeriahkan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Selain menyuguhkan berbagai lampu hias, festival tersebut juga menghadirkan puluhan pelaku UMKM yang menjajakan makanan dan minuman.
Sebagian besar pedagang merupakan masyarakat sekitar, sehingga keberadaan festival turut memberikan dampak positif bagi perekonomian warga.
Dalam sambutannya, Nurkholes mengapresiasi kekompakan dan kreativitas masyarakat Desa Kandang yang selama empat tahun konsisten menghadirkan festival lampu hias.
“Saya sangat mengapresiasi masyarakat Desa Kandang yang mampu membuat desanya viral. Ini sudah empat tahun dan puncaknya malam ini. Semoga semakin ramai dan semakin berkembang,” ungkapnya, seperti dirilis pemalangkab.go.id.
Menurut Nurkholes, kemeriahan Festival Gebyar Lampu Merah Putih merupakan wujud nyata persatuan, gotong royong, dan rasa memiliki masyarakat terhadap desanya.
Lampu-lampu hias tersebut dibuat secara swadaya oleh warga dan setiap tahun menghadirkan kreasi yang berbeda.
“Ini contoh kreativitas yang luar biasa. Ibu-ibu dan bapak-bapak berswadaya mempersiapkan lampu-lampu ini. Kalau dilakukan dengan tulus, insyaallah membawa berkah. Semua dagangan laku, UMKM juga berkembang,” ujarnya.
Ia berharap kreativitas masyarakat Desa Kandang dapat terus dikembangkan, sehingga pada tahun-tahun berikutnya festival semakin meriah. Bahkan, Nurkholes mendorong agar kreasi lampu hias dapat diperluas hingga ke berbagai gang di Desa Kandang.
“Ini kebanggaan Desa Kandang dan kebanggaan Pemalang juga. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat dicontoh oleh desa-desa lain, entah dalam bentuk apa, karena kemeriahan ini adalah bentuk persatuan dan kerukunan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Kandang,Muhtadin selaku Ketua Penyelenggara menyampaikan bahwa Festival Gebyar Lampu Merah Putih telah memasuki tahun keempat.
Menurutnya, keberhasilan festival tersebut bukan merupakan keberhasilan kepala desa semata, melainkan hasil kekompakan seluruh masyarakat.
“Yang hebat dan kompak itu warganya. Festival ini didanai dari swadaya masyarakat. Berkat kekompakan warga, Kandang bisa menjadi seperti ini. Yang terpenting, kegiatan ini juga meningkatkan ekonomi UMKM masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap festival bahkan telah terlihat sebelum pembukaan resmi. Setiap malam, kawasan Desa Kandang mulai dipadati pengunjung yang ingin menikmati suasana lampu hias sekaligus berbelanja produk UMKM.
Salah satu pedagang lokal, Azizah, mengaku keberadaan festival sangat membantu pelaku UMKM. Ia merasakan adanya peningkatan pendapatan dibandingkan dengan hari-hari biasa.
“Ini sangat membantu UMKM seperti saya. Saya senang ada acara seperti ini karena UMKM terbantu. Pedagang lokal maupun dari luar juga banyak yang datang,” tuturnya.
Azizah, yang mulai berjualan sekitar satu minggu sebelum Agustus, juga berharap festival tersebut dapat terus diselenggarakan dan semakin meriah setiap tahun.
“Semoga tahun depan lebih meriah lagi, supaya UMKM semakin terbantu,” kata dia. (HS-08)


