in

Sedimentasi Hambat Akselerasi Kapal, Nelayan di Kendal Anggap Pengerukan Muara Sungai Belum Maksimal

Beberapa kapal nelayan di Tawang, Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kendal yang terdampak sedimentasi sungai Kalikutho, Selasa (6/2/2024).

HALO KENDAL – Akibat pengerukan muara Sungai Kalikutho yang belum maksimal, para nelayan di Kendal mengaku kesulitan saat akan berangkat maupun pulang melaut. Hal itu disampaikan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Kendal, Triono, Selasa (6/2/2024).

“Pengerukan sedimentasi di muara Sungai Kalikutho Desa Gempolsewu, Rowosari belum maksimal, sehingga menghambat jalur keluar masuk kapal. Akibatnya, para nelayan di daerah Tawang tidak dapat beraktivitas karena perahunya tidak dapat melewati lumpur pendangkalan,” ujarnya.

Triono berharap perhatian dari pemerintah daerah untuk mengatasi hal tersebut. Supaya nelayan tidak kesulitan saat mencari nafkah, baik berangkat maupun pulang dari laut.

“Kami nelayan yang juga sebagai penyumbang pendapatan asli daerah berharap kepada pemerintah untuk bisa mengatasi. Karena kalau akses jalur kapal dan perahu nelayan tidak ditindaklanjuti, maka kami para nelayan kesulitan untuk berangkat melaut dan membutuhkan waktu terlalu banyak ketika akan sampai ke laut dan juga pulang melaut,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kendal, Hudi Sambodo saat dikonfirmasi halosemarang.id mengatakan, hal itu merupakan karakteristik muara sungai di tepi laut Pantura, yaitu terjadi abrasi dan akresi yang selalu terjadi bergantian.

Dijelaskan, sekarang sedang musim baratan, yang membuat sedimentasi sangat banyak. Sehingga sedimen yang dikeruk, satu atau dua pekan lagi pasti akan terjadi sedimen.

“Untuk solusi jangka panjangnya, dalam waktu dekat akan dibangun breakwater di muara Kalikutho. Harapannya bisa menghalangi dan menghambat sedimentasi yang menumpuk di muara. Sehingga bisa melancarkan jalur keluar masuk kapal nelayan,” ujar Hudi.(HS)

Jelang Imlek, Pecinan Kota Semarang Mulai Bersolek

Slank Ramaikan Kampanye Akbar Ganjar-Mahfud di Simpanglima Semarang