HALO GROBOGAN – Aksi kemanusiaan dilakukan Satuan Lalu Lintas Polres Grobogan, yang mengalihfungsikan sementara mobil pikup untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir akibat luapan Sungai Lusi.
Beberapa warga yang hendak berangkat dan pulang kerja pun, dapat naik pikup ini, lantaran saat itu ruas jalan di wilayah Kota Purwodadi, masih tergenang.
Kanit Gakkum Ipda Sandi Widianto mengatakan mobil patroli Unit Laka Lantas tersebut, biasanya digunakan untuk mengangkut barang bukti kendaraan yang terlibat kecelakaan lalu lintas.
Namun khusus pada masa darurat bencana ini, kendaraan tersebut dialihfungsikan sementara untuk mengevakuasi warga.
Warga yang mendapat tawaran dari Sat Lantas Polres Grobogan pun tampak sumringah. Satu per satu dari mereka naik di kabin belakang mobil.
Menurut Ipda Sandi Widianto, agar tak membahayakan, warga yang dievakuasi dibatasi jumlahnya.
“Mereka kemudian kami antarkan ke tempat kerja yang kebetulan kami lintasi. Bagi warga yang tempat kerjanya tidak kami lintasi, mereka kami antarkan ke lokasi yang tidak banjir,” kata Ipda Sandi, Sabtu (16/3/2024), seperti dirilis humas.polri.go.id.
Menurut Sandi, banjir kedua di Kota Purwodadi ini, lebih tinggi dibandingkan pada Februari 2024 lalu.
“Kami dari Sat Lantas Polres Grobogan berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat untuk mengevakuasi mereka yang akan berangkat maupun pulang kerja, terutama yang melintasi di Jalan R Suprapto. Ini perlahan surut, mudah-mudahan segera surut,” imbuh Ipda Sandi.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Tejo Suwono menyampaikan, bahwa Sat Lantas Polres Grobogan hadir untuk masyarakat dalam penanganan banjir di wilayah Kabupaten Grobogan.
“Yang kami lakukan merupakan gerakan Polantas Hadir. Kami bersama anggota membantu warga dalam penanganan banjir,” pungkas Kasat Lantas Polres Grobogan.
Seperti diketahui, Bencana banjir melanda Kabupaten Grobogan, sejak Kamis (14/3) hingga Jumat (15/3).
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Grobogan, Endang Sulistyoningsih, banjir kali ini datang dari hulu Sungai Lusi di wilayah timur dan air dari sungai-sungai yang berulu di Pegunungan Kendeng Utara di wilayah utara.
“Banjir kali ini disebabkan oleh air kiriman dari hulu Sungai Lusi (wilayah timur) dan air dari sungai-sungai kecil yang berhulu di Pegunungan Kendeng Utara (wilayah utara),” jelas Endang, beberapa waktu lalu, seperti dirilis bnpb.go.id.
Pantauan laporan dari jejaring lintas unsur forkopimda Kabupaten Grobogan, banjir kali ini meluas dalam durasi yang cukup cepat. Hingga Jumat (15/3) pagi, sejumlah ruas jalan protokol di Kota Purwodadi terendam banjir sehingga mobilitas dan aktivitas masyarakat menjadi terkendala
Berdasarkan laporan sementara yang dihimpun Pusadalops BPBD Kabupaten Grobogan, wilayah terdampak banjir telah mencakup 48 desa di 12 kecamatan. Data tersebut bersifat dinamis, karena ada sebagian wilayah yang mulai surut, namun justru ada wilayah baru yang terdampak dan mengalami kenaikan tinggi muka air.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Grobogan bersama lintas instansi terkait terus berupaya melakukan penanganan darurat, mulai dari evakuasi warga, mendirikan pengungsian berikut dapur umum, pelayanan kesehatan dan pengalihan ruas jalan demi keselamatan pengendara oleh TNI dan Polri.
“Dapur umum kita dirikan di Kantor Dinsos Kabupaten Grobogan,” ungkap Endang. (HS-08)