in

Sambut Kepulangan 751 Haji, Pemkab Sragen Gelar Tasyakuran

Tasyakuran kepulangan jamaah haji Kabupaten Sragen, Kamis (25/7/2024) di Pendopo Sumonegaran, Rumah Dinas Bupati Sragen. (Foto : sragenkab.go.id)

 

HALO SRAGEN – Pemerintah Kabupaten Sragen, menggelar Tasyakuran Jamaah Haji Kabupaten Sragen, Kamis (25/7/2024) di Pendopo Sumonegaran, Rumah Dinas Bupati Sragen.

Tasyakuran digelar  sebagai wujud syukur kepada Allah Swt, atas kepulangan jamaah haji Kabupaten Sragen dengan selamat dan sehat wal afiat.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati; Sekretaris Daerah Sragen Hargiyanto; para Staff Ahli dan asisten Sekda; perwakilan Forkopimda Sragen, Kepala OPD Sragen; Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen, Ihsan Muhadi; Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Kabupaten Sragen; Ketua Ormas Islam, para panitia penyenggara dan petugas haji, serta jamaah haji Kabupaten Sragen.

Ihsan melaporkan jumlah warga Sragen yang pulang dari menunaikan ibadah haji sebanyak 751 orang, dari keseluruhan total keberangkatan yaitu 752 orang, yang dibagi menjadi 5 kelompok terbang (kloter), yaitu 85, 86, 87, 88, dan 98.

“Di Kloter 85 terdapat 2 orang cadangan yang berangkat menggantikan pendaftar semula, telah sampai di Tanah Air pada 17 Juli 2024,” kata dia.

Kloter 86 terdiri atas 245 orang, kloter 87 sebanyak 352 orang, dan Kloter 88 sejumlah 145 orang, yang sampai di Indonesia pada 18 Juli 2024.

Seorang haji pada Kloter 98 sudah kembali pada 21 Juli 2024 dan langsung diantar ke rumahnya.

“Tahun ini, 7 petugas haji diberangkatkan dengan 5 orang cadangan menggantikan slot yang kosong,” kata dia.

Ia melanjutkan, ada pula warga yang tidak dapat diberangkatkan ke Tanah Suci, karena alasan kesehatan, berdasarkan penilaian dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), pada saat verifikasi pemeriksaan kesehatan di embarkasi.

Kemudian 1 orang meninggal di Rumah Sakit King Faisal Mekah dan 1 orang lagi asal Sambungmacan, meninggal sesampai di kediamannya.

“Jamaah tertua tahun ini berusia 90 tahun di Kloter 87 atas nama Painem dari Desa Trombol, Kecamatan Mondokan. Adapun jamaah termuda berjumlah 2 orang yang berusia 18 tahun bernama Farah Adelia Natasha dari Desa Pengkol, Kecamatan Tanon dan Yasmita Nabila Wijaya dari Desa Sragen Wetan, Kecamatan Sragen,” jelasnya.

Bupati juga mengucapkan selamat datang kembali di Kabupaten Sragen, kepada seluruh haji Sragen.

Dia mengungkapkan syukur dapat bertemu dengan warga yang baru menunaikan ibadah haji, dalam keadaan sehat, mengingat cuaca di Arab Saudi cukup panas hingga mencapai 48°C.

“Terima kasih kepada para petugas yang luar biasa, saya selalu mendapat kiriman foto ketika bapak / ibu sedang memberikan pelayanan kesehatan atau mendorong yang sudah lanjut usia. Saya juga mendapatkan laporan kalau ada yang hilang. Alhamdulilah, saya senang haji asal Sragen bisa pulang dengan selamat,” ucapnya.

Dirinya juga berpesan agar para jamaah haji meneruskan kebiasaan ketika masih di Mekah dan Madinah dengan tetap sholat berjamaah di masjid, bersedekah, dan menjaga kebersihan agar keimanan dan ketakwaan tetap terjaga.

Pembimbing Haji Kabupaten Sragen, Agus Budiarto mewakili seluruh haji Kabupaten Sragen, menyatakan apresiasinya kepada Pemkab Sragen, yang telah memfasilitasi ibadah haji dengan sangat baik sehingga para jamaah diberikan kemudahan dalam keberangkatannya.

“Semoga bantuan yang diberikan Ibu Bupati berupa obat-obatan dan bus yang mengangkut jamaah haji dari Pendopo Bupati Sragen sampai embarkasi, lalu kembali lagi dari embarkasi menuju ke tempat tinggal masing-masing akan menjadi amal jariyah Ibu Bupati,” harapnya.

Agus menyampaikan bahwa beribadah haji harus dilandasi dengan niat yang lillah atau ikhlas karena Allah Swt, sehingga seberat apapun ujian atau cobaan yang dialami tidak membuat jamaah haji berkeluh kesah dan tetap bersyukur.

Setelah mengeluarkan biaya yang cukup besar, menunggu untuk waktu yang lama, dan menghadapi kesulitan ketika berada di Mekah dan Madinah maka jamaah haji yang lillah akan tetap merasa senang menjalankan ibadah haji.

“Di kloter 87 ada 49 orang atau satu per tujuh dari jumlah keseluruhannya yang ketika tawaf dan sa’i menggunakan kursi roda. Alhamdulillah, kloter 87 sangat kompak dan saling tolong menolong. Inilah contoh jamaah haji yang lillah, karena mereka yang sehat merasa bermanfaat dan berguna bagi jamaah lain yang membutuhkan bantuan.” terangnya.

Ia juga berpesan agar sepulang dari haji, jamaah lebih memahami tentang toleransi dalam beribadah.

Setelah bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara yang memiliki pemahaman agama yang berbeda serta cara beribadah yang tidak sama dengan orang Indonesia, sepantasnya sesama muslim tidak saling menghakimi dan tetap fokus meraih ridho Allah Swt.

“Semoga kita semua menjadi haji mabrur yang bermanfaat bagi masyarakat sesuai dengan kemampuan kita masing-masing,” kata dia. (HS-08)

Traveloka EPIC Sale Gandeng Superstar Dunia Ji Chang Wook Hadirkan Online Travel Sale Terbesar

Bupati Boyolali Minta ASN Tingkatkan Integritas