in

Sambut Hari Raya, Pemkab Kudus Antisipasi Penyebaran Covid-19

Bupati Kudus, Hartopo memimpin apel Operasi Ketupat Candi 2021 Polres Kudus, menyambut Hari Raya Idul Fitri 1442 H. (Foto : Laman Pemkab Kudus)

 

HALO KUDUS – Bupati Kudus, Hartopo meminta masyarakat untuk meniadakan segala kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan, termasuk takbir keliling. Takbiran hanya diperbolehkan di masjid atau musala.

“Takbir keliling suapaya ditiadakan, hanya takbiran di setiap masjid dan musala saja. Kami akan pantau, yang melanggar tentunya ada sanksi administrasi dan imbauan,” kata Hartopo, ketika memimpin apel Operasi Ketupat Candi 2021 Polres Kudus, menyambut Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Operasi dilaksanakan oleh personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, dan Instansi Kesehatan disiagakan. Hadir pula dalam apel itu, Dandim, Kapolres, dan Ketua DPRD.

Lebih lanjut Bupati mengatakan bahwa Pemerintah Pusat telah melarangan mudik selama 12 hari, mulai 6-17 Mei 2021. Dalam mengawal kebijakan ini, pemerintah daerah melakukan upaya promotif dan preventif bersama Polres Kudus, sebagai leading sector operasi Ketupat Candi.

Penyekatan akses masuk wilayah Kabupaten Kudus, mulai diterapkan untuk mengantisipasi pemudik dari luar daerah.

“Kebijakan larangan mudik, diambil dengan pertimbangan matang Pemerintah Pusat. Apabila tidak ada larangan mudik, maka akan terjadi gelombang mudik. Walaupun begitu kami lakukan antisipasi pemudik, melalui kegiatan ini yang harus dilaksanakan sungguh-sungguh untuk memutus rantai penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Hartopo menilai pelaksanaan Operasi Ketupat Candi, merupakan langkah tepat dalam menekan angka penyebaran Covid-19 menjelang Hari Raya.

Pihaknya tidak ingin kejadian lonjakan kasus Covid-19 pada Lebaran tahun lalu terulang kembali.

Oleh sebab itu, ia menginstruksikan jajarannya supaya mampu bersinergi dalam memperketat penegakan protokol kesehatan di titik yang berpotensi terjadi kerumunan.

“Tujuan operasi ini, agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman serta terhindar dari penularan Covid-19. Kami juga akan antisipasi pada titik yang berpotensi terjadi keramaian seperti destinasi wisata,” kata dia, seperti dirilis laman resmi Pemkab Kudus.

Hartopo juga berpesan, kepada masyarakat untuk mengoptimalkan penerapan jogo tonggo. Pasalnya hal tersebut turut mendukung penerapan  Tracing, Testing, dan Treatment (3T) dalam penanggulangan pandemi Covid-19. (HS-08)

Bupati Blora dan UIN Walisongo Semarang Tandantangani MOU Kerja Sama Pendampingan Desa Miskin

Operasi Ketupat Candi, Fokus Pelayanan dan Penerapan Prokes