in

Sadranan Sedekah Laut dan Bumi Bandengan Kendal, 11 Kelompok Warga Unjuk Kreasi

Warga menunjukkan kreasinya di kegiatan Gelar Budaya Sadranan Sedekah Laut dan Bumi Bandengan, Sabtu (28/6/2025).

HALO KENDAL – Warga Kelurahan Bandengan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal mengikuti karnaval larung saji, yang merupakan rangkaian kegiatan Gelar Budaya Sadranan Sedekah Laut dan Bumi, yang dipusatkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kelurahan Bandengan, Sabtu (28/6/2025).

Bupati dan Wakil Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari dan Benny Karnadi berkesempatan melepas karnaval yang mengarak miniatur perahu sejauh kurang lebih 1,5 kilometer berisi sesaji, dari TPI Bandengan menuju Makam Mbah Jenggot dan Mbah Rancang kemudian kembali ke sungai di tepi TPI, dan dibawa menggunakan perahu untuk dilarung ke laut.

Para peserta karnaval mengenakan berbagai atribut busana adat Jawa. Warga baik laki-laki maupun perempuan, anak-anak hingga orang tua melakukan karnaval berjalan kaki dan menaiki kendaraan yang sudah dihias, diiringi dengan musik modern yang menggelegar.

Dalam sambutannya, Bupati Kendal menyambut baik dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada para nelayan dan warga masyarakat Bandengan, yang telah bergotong-royong bersama-sama melaksanakan Gelar Budaya Sadranan Sedekah Laut dan Bumi Bandengan.

“Kegiatan merupakan wujud rasa syukur masyarakat atas nikmat Allah Subhanahu Wata’ala yang melimpah khususnya berupa hasil laut dan keselamatan dalam segala aktivitasnya,” ujar Bupati.

Dirinya berharap, tradisi Sadranan Sedekah Laut dan Bumi Bandengan, sekaligus menjadikannya sebagai salah satu event tahunan yang selalu ramai dan menjadi daya tarik wisata.

“Kami berterima kasih dan mengapresiasi seluruh nelayan, UMKM, dan segenap masyarakat Bandengan khususnya yang beraktivitas di bidang kelautan dan perikanan, dengan segala dinamika serta tantangannya tetap mampu menggerakan roda perekonomian di Kelurahan Bandengan dan sekitarnya,” ungkap Bupati.

Ia juga menegaskan, dengan digelarnya Sadranan Sedekah Laut dan Bumi Bandengan, tentu akan berdampak pada bergeraknya ekonomi masyarakat sekitar.

Hal tersebut, lanjut Bupati, patut disyukuri, karena kondisi ekonomi masyarakat yang semakin membaik merupakan pendorong kemajuan dan kesejahteraan suatu daerah.

“Namun tidak lupa, saya senantiasa menekankan segi kebersihan TPI dan lingkungan kelurahan pada umumnya, untuk senantiasa di jaga bersama. Apalagi setelah event besar seperti ini, mari kita menyadari pentingnya kebersihan demi kenyamanan dan kemaslahatan kita bersama,” tandasnya.

Sebagai penutup, Bupati berpesan, kepada semua pihak, di setiap desa dan kelurahan di Kendal untuk segera berbenah dalam membantu mengelola sampah yang lebih baik. Menurutnya, sampah menjadi persoalan serius di Kendal.

“Monggo sareng-sareng, kebersihan lingkungan terutama di area TPI Bandengan ini dijaga dan dirawat semakin baik. Kepada Pak Camat, Pak Lurah dan jajarannya agar memastikan sampah dibersihkan secara gotong royong setelah acara ini selesai. Setiap hari juga area TPI tolong dijaga kebersihan dan kerapiannya,” pesannya.

Tidak seperti kegiatan sedekah laut yang sebelumnya digelar di Tawang, Gempolsewu Rowosari Kendal, di mana Bupati ikut dalam prosesi larung sesaji, namun di Bandengan, dirinya tidak ikut melarung di laut.

Sementara Ketua Panitia Sadranan Sedekah Laut dan Bumi Bandengan, Triono mengatakan, karnaval arak-arakan sadranan diikuti 11 kelompok warga Kelurahan Bandengan, yang akan dinilai oleh para dewan juri. Mulai dari kekompakan hingga kreativitas yang ditampilkan.

“Sadranan Sedekah Laut dan Bumi, adalah sebagai ungkapan rasa syukur warga Bandengan atas rejeki dan hasil tangkapan ikan dari laut. Maka, warga menggelar kegiatan setiap tahun, supaya budaya kearifan lokal Bandengan terus terjaga,” ungkapnya. (HS-06)

Jamin Keberlanjutan Pendidikan Anak-Anak dari Keluarga Miskin, Pemprov Jateng Anggarkan Beasiswa Miliaran Rupiah

Oknum Polda Jateng Ditahan Terkait Dugaan Kasus Penipuan-Judol, Dua Wanita Dinikahi Siri