in

Rumah Rusak Akibat Tanah Gerak di Rembang, 3 Keluarga Tinggali Hunian Sementara

Hunian sementera untuk korban tanah gerak di Dusun Grajen Desa Sumberjo Kecamatan Rembang. (Foto : Rembangkab.go.id)

 

HALO REMBANG – Pemerintah akan membangun rumah permanen untuk tiga keluarga korban pergerakan tanah di Dusun Grajen Desa Sumberjo Kecamatan Rembang, pada 2023.

Hal itu disampaikan Bupati Rembang, Abdul Hafidz, ketika mengunjungi dua hunian sementara yang ditempati keluarga terdampak tanah gerak itu, baru-baru ini. Selain bertemu warga, Bupati berbagi rezeki pada para korban bencana.

Sebelumnya, bencana tanah bergerak dan ambles, terjadi di Dusun Grajen, Desa Sumberjo Kecamatan Rembang, pertengahan November silam, mengakibatkan tiga rumah rusak parah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), bersama TNI, Polri, dan warga kemudian bergotong royong membangunkan rumah hunian sementara, dengan dana dari Bank Jateng.

Bupati Rembang Abdul Hafidz menyebutkan, pemindahan dan pembangunan rumah baru tersebut, menunggu hasil penelitian dari tim geologi.

Jika hasil penelitian tanah di mana rumah yang rusak itu bahaya untuk ditempati maka harus relokasi. Pemkab akan mencarikan lahan baru untuk dibangun rumah permanen.

“Nanti 2023 akan kita rencanakan melalui APBD, untuk kita buatkan rumah permanen. Untuk lokasi akan kita terjunkan tim dari geologi guna meneliti kondisi tanah, apakah tanah ini apakah masih layak untuk ditempati atau memang sudah membahayakan,” kata dia, seperti dirilis rembangkab.go.id.

Salah satu warga penerima bantuan, Suyati mengungkapkan terima kasih atas kepedulian Pemkab dan pihak lainnya.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan BPBD, Pak Bupati dan Bank Jateng. Sebelum ada rumah ini kita masih tinggal di rumah yang lama meskipun bahaya, ” tandasnya. (HS-08)

Pj Bupati Pati Serahkan Santunan Kematian Rp 258 Juta, Harus Dicairkan Sebelum 30 Hari

Jelang Hari Jadi ke -273, Arief Rohman Ziarah ke Makam Bupati Blora di Tuban