in

Buka Peningkatan Mutu PKK, Wabup Purworejo Minta Kader Jadi Mata dan Telinga Pemerintah

Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi menyerahkan bantuan uang pembinaan kepada 32 kepala keluarga perempuan kurang mampu, masing-masing sebesar Rp300 ribu, serta paket sembako. Bantuan diserahkan dalam acara Peningkatan Mutu Kader PKK Kabupaten Purworejo, di Pendopo Kabupaten Purworejo, baru-baru ini. (Foto : purworejokab.go.id)

 

HALO PURWOREJO – Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi meminta kader PKK, untuk turut menjadi mata dan telinga pemerintah, di tengah masyarakat.

Berbagai persoalan yang ditemui di lingkungan, diharapkan dapat segera dikomunikasikan kepada pemerintah daerah, agar segera mendapatkan penanganan.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi menghadiri, sekaligus membuka kegiatan Peningkatan Mutu Kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Purworejo, di Pendopo Kabupaten Purworejo, baru-baru ini.

Kegiatan tersebut diikuti perwakilan Tim Penggerak (TP) PKK dari desa dan kelurahan se-Kabupaten Purworejo. Pada kesempatan yang sama, turut dilaksanakan pula pelantikan Ketua TP PKK Kecamatan Bagelen.

Lebih lanjut Dion mengatakan masalah-masalah seperti jamban yang belum layak, rumah tak layak huni, dan anak putus sekolah, perlu mendapat perhatian.

“Kalau ada warga masyarakat yang jambannya belum layak, rumah tidak layak huni atau anak putus sekolah, ibu-ibu memegang peranan penting untuk segera mengkomunikasikan dengan pemerintah daerah. Insyaallah kami, pemerintah daerah, akan segera menangani permasalahan tersebut,” kata dia, seperti dirilis purworejokab.go.id.

Dion juga menekankan bahwa keberadaan PKK harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. PKK tidak hanya menjadi organisasi yang menjalankan kegiatan internal, tetapi harus mampu hadir dan berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di lingkungan masing-masing.

Wabup Dion dalam sambutannya menegaskan bahwa salah satu tugas utama pemerintah daerah adalah menurunkan angka kemiskinan.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari penghargaan yang diterima, tetapi dari kemampuan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Prestasi yang membanggakan itu bukan ketika kita mendapatkan penghargaan-penghargaan, tetapi jauh lebih membanggakan ketika pemerintah daerah berhasil melakukan penurunan angka kemiskinan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Dion juga menyerahkan bantuan kepada 32 kepala keluarga perempuan kurang mampu, berupa uang pembinaan masing-masing sebesar Rp300 ribu, serta paket sembako.

Bantuan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian dan dukungan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Purworejo, Raja Thifal Mazaya Izzati berharap, kegiatan peningkatan mutu kader dapat menyamakan pemahaman dan langkah TP PKK mulai dari tingkat kabupaten hingga desa dan kelurahan.

Menurutnya, peran PKK perlu kembali diperkuat melalui optimalisasi 10 Program Pokok PKK sebagai fondasi utama dalam pemberdayaan keluarga.

Seluruh program yang dijalankan diharapkan tetap berorientasi pada esensi gerakan PKK, yakni memberdayakan keluarga sebagai titik awal pembangunan daerah.

“Karena itu saya berharap kader PKK juga harus terus belajar, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta terus bergerak ke depan,” ungkapnya. (HS-08)

 

 

Pimpin Malam Renungan Hari Pramuka, Wabup Boyolali Tegaskan Nilai-Nilai Kepramukaan Tetap Relevan

BPBD Temanggung Salurkan 185 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan