HALO KENDAL – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr H Soewondo Kendal, kembali menggelar program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS). Program kali ini dengan penyuluhan terkait penyakit jantung, yang juga bertepatan dengan Hari Jantung Sedunia “World Heart Day”. Penyuluhan kepada pasien dan masyarakat dilaksanakan di ruang tunggu Poliklinik dan ruang tunggu Boegenville, Selasa (30/9/2026).
Kegiatan PKRS dibuka oleh Wakil Direktur Bidang Pelayanan, dr Mohammad Wibowo, yang dalam sambutannya mengajak pengunjung maupun masyarakat untuk melindungi jantungnya dengan pola hidup sehat.
Dikatakan, Hari Jantung Sedunia tahun 2026 ini mengangkat tema “Don’t Miss a Beat” (Jangan Lewatkan Detak Jantung). Tema ini mengajak masyarakat untuk mengenali tanda serta gejala penyakit kardiovaskular sejak dini yang kerap tidak disadari.
“Ada beberapa tips menjaga kesehatan jantung, yaitu aktif bergerak dengan olahraga rutin minimal 30 menit setiap hari, menjaga pola makan sehat, mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan memperbanyak buah dan sayur, menghindari kebiasaan buruk, dengan erhenti merokok dan hindari paparan asap rokok, mengelola stres, dengan istirahat yang cukup dan kendalikan stres dengan baik, serta pemeriksaan rutin, dengan melakukan cek tekanan darah, kolesterol, dan gula darah secara berkala,” bebernya.

Ada dua narasumber yang dihadirkan dalam program tersebut, yaitu dokter spesialis jantung RSUD dr H Soewondo Kendal, terdiri dari dr Aprihati Sp JP (K) FIHA, dan dr Devina Gabriella Nugroho Sp JP.
Dalam pemaparannya, dr Aprihati Sp JP (K) FIHA mengatakan, ada dua penyuluhan yang dilakukan. Yang pertama yaitu terkait pentingnya olahraga untuk kesehatan, disertai tip dan trik olahraga untuk pasien penyakit jantung. Pemaparan yang kedua terkait bantuan hidup dasar pada pasien dengan henti jantung.
Menururnya, olahraga merupakan salah satu hal aktivitas yang dianjurkan kepada pasien. Baik pasien yang sehat, maupun yang sudah mengidap penyakit jantung.
“Untuk pasien yang sehat, harapannya tidak terkena penyakit jantung, kemudian untuk yang sudah mengidap penyakit jantung, olahraga diharapkan dapat meningkatkan kekuatan tubuh, dan meningkatkan kesehatan atau memperpanjang usia,” ujar dr Aprihati.
Kemudian terkait pemaparan trik olahraga, menurutnya yang dianjurkan dengan metode FITT, yaitu frequency (frekuensi), intensity (intensitas), time (waktu), dan type (jenis).
Untuk frekuensi dianjurkan minimal 3-5 kali dalan sepekan. Untuk intensitas diharapkan pasien denyut jantungnya mencapai 50 – 70 persen (dari denyut jantung berdasarkan usia).
Untuk time (waktu), olahraga dilakukan dengan durasi 30 menit setiap kali olahraga, yang bisa dibagi dua atau tiga kali dengan jeda waktu istirahat.
“Sedangkan untuk tipe atau jenis olahraga yang dilakukan, bisa jalan santai, jalan cepat, berlari, bersepeda, berenang, atau angkat beban bisa kita lakukan, tergantung apa yang tersedia di rumah,” beber dr Aprihati.
Sementara itu, dr Devina Gabriella Nugroho Sp JP, memberikan penyuluhan terkait pola hidup sehat, dan pertolongan bantuan hidup dasar kepada penderita penyakit jantung.
Disebutkan, dalam menjaga jantung yang sehat maka pasien harus mengenali faktor risiko dengan melakukan cek rutin berkala, seperti tensi, dan nadi, serta jika ada penyakit lain, seperti gula, kolesterol, dan asam urat, itu basic yang bisa dicek oleh masyarakat awam.

“Usahakan untuk menghindari asap rokok. Jadi bagi warga yang masih merokok sebisa mungkin stop. Untuk yang tidak merokok, usahakan untuk menghindari area merokok. Karena perokok pasif pun bisa berisiko,” jelas dr Devina.
Dirinya juga menyinggung terkait aktivitas olahraga bagi penderita jantung, yaitu harus sesuai kaidah atau panduan dokter jantung. Selanjutnya juga makan yang sehat dan bergizi, utamanya bagi para pasien jantung, yang umumnya adalah kolestrol berlebihan, tensi tinggi karena garam.
“Sehingga sebisa mungkin hindari makanan yang tinggi natrium dan tinggu garam, hindari juga makanan yang berlemak, seperti gorengan, serta perbangak konsumsi sayuran dan buah,” tandas dr Devina.
Imbauan selanjutnya yaitu menghindari stres, dengan cara berekreasi, menjalankan hobi, dan tidur yang cukup (7-9 jam perhari). Karena stres juga bisa meningkatkan risiko terserang penyakit jantung dan pembuluh darah..
Pada kesempatan itu, Sukoraharjo, selaku Staf Keperawatan RSUD dr H Soewondo Kendal, dalam pemaparannya berharap kepada pasien penyakut jantung, untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala guna mengenali faktor risiko penyakit jantung sedini mungkin.
“Kepada penderita jantung untuk minum obat secara teratur, minum obat sesuai resep dan jadwal yang ditentukan oleh dokter. Kami juga meminta agar jangan sampai menghentikan pbat sendiri meski sudah sehat, hindari rokok dan alkohol, serta jaga pola hidup sehat,” ujarnya.
Sedangkan Arinda Rahmawati, selaku Ahli Gizi RSUD Dr H Soewondo Kendal, menyampaikan terkait gaya hidup yang mendukung efektivitas pengobatan jantung, seperti diet rendah natrium/garam, pembatasan cairan (pada pasien gagal jantung), serta menghentikan kebiasaan merokok.
Pada kesempatan itu dirinya juga mengimbau kepada penderita penyakit jantung untuk dapat merancang menu makanan yang aman untuk mengontrol tekanan darah, kolesterol, dan berat badan.
“Yang harus diperhatikan oleh pasien jantung dalam makanan adalah konsumsi garamnya, yaitu dalam satu hari tidak boleh lebih dari setengah sendok teh. Kemudian minumnya tidak boleh terlalu banyak untuk yang kondisinya sesak-sesak, serta menghindari makanan kemasan, daging olahan, dan perbanyak konsumsi buah juga sayur,” beber Arinda.
Untuk jadwal praktik dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSUD Dr H Soewondo Kendal, yaitu dr Arjatya Pramadita M Sp JP, Senin dan Rabu (16.00-18.00 WIB), Sabtu (09.00-12.00 WIB), dr dr Aprihati Sp JP (K) FIHA, Senin dan Rabu (09.00 – 12.00 WIB), Jumat (09.00-11.00 WiB), serta dr Devina Gabriella Nugroho Sp JP, Selasa dan Kamis (09.00-12.00 WIB), Jumat (09.00-11.00 WiB).(HS)


