in

Rumah Apung Jadi Solusi Rob di Demak, Pemprov Jateng Target Bangun 20 Unit pada 2026

Rumah apung bagi warga terdampak banjir rob di wilayah pesisir Kabupaten Demak.

HALO DEMAK – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggulirkan program pembangunan rumah apung bagi warga terdampak banjir rob di wilayah pesisir Kabupaten Demak. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan Bank Jateng.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Jateng, Boedyo Dharmawan, mengatakan rumah apung menjadi solusi adaptif untuk menjawab persoalan permukiman di kawasan pesisir yang kerap terendam air laut, khususnya di Desa Timbulsloko dan Desa Bedono, Kecamatan Sayung.

“Bantuan rumah apung terus kami lakukan sebagai langkah solutif bagi warga terdampak rob di Kabupaten Demak,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, skema kolaborasi ini sejalan dengan semangat “Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah” yang diusung Gubernur Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.

“Pak Gubernur selalu menekankan kerja super team, bukan super man. Itu yang kami terapkan dalam menangani permukiman warga di wilayah terdampak rob,” jelasnya.

Hingga akhir 2025, total 15 unit rumah apung telah terbangun. Rinciannya, satu unit prototipe pada 2023 oleh Pemkab Demak bersama CSR, satu unit pada 2024 oleh Yayasan Sheep Indonesia, serta 13 unit pada 2025 melalui dukungan CSR Bank Jateng dan pemerintah daerah.

Pada 2026, Pemprov Jateng menargetkan pembangunan 20 unit rumah apung tambahan. Sebanyak 19 unit akan dibangun di Desa Timbulsloko dan satu unit di Desa Bedono, dengan 17 unit di antaranya bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah.

“Pembangunan tahun ini sudah dimulai sejak Maret dengan tiga unit awal, masing-masing untuk warga Desa Bedono dan Desa Timbulsloko. Targetnya selesai pada Mei,” ungkap Boedyo.

Program ini diharapkan mampu memberikan hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat yang selama ini hidup di tengah ancaman rob.

“Selama ini rob menjadi persoalan utama. Kami berharap rumah apung ini bisa menjadi solusi nyata bagi warga,” tandasnya.(HS)

Jateng Genjot Sanitasi, 21 Ribu Rumah Tangga Masih Belum Punya Jamban Layak

162 Bencana Terjadi di Jateng Awal 2026, Pemprov Perkuat Mitigasi hingga Penanganan Pascabencana