HALO KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal sudah mulai melakukan penataan kawasan Alun-alun Kaliwungu atau lebih dikenal dengan sebutan Pasar Sore Kaliwungu.
Hal ini dilakukan, dalam rangka revitalisasi Alun-alun Kaliwungu, yang akan dijadikan sebagai taman atau ruang terbuka hijau (RTH). Nantinya, kawasan RTH tersebut tidak diperbolehkan untuk tempat berjualan para pedagang kaki lima.
Rencananya, sekitar 300 pedagang kaki lima akan dipindahkan di area Kantor eks-Kawedanan Kaliwungu dengan membangun shelter beserta tempat parkir dan juga disediakan tempat duduk.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan, nantinya para pedagang akan menempati shelter yang saat ini sedang dibangun.
“Kalau sebenarnya ada 280 pedagang pasar sore Kaliwungu. Tapi karena shelternya tidak bersekat jadi bisa menampung 300 pedagang,” ujarnya, Kamis (6/10/2022).
Dijelaskan, tiap-tiap PKL akan mendapatkan tempat berjualan berukuran 1,5 meter x 2 meter, dan pembangunan shelter ditarget selesai pada November 2022 mendatang. Harapanya pertengahan Desember, para pedagang sudah bisa menempati shelter yang telah disediakan.
“Total anggaran pembangunannya Rp 2,3 miliar. Setelah pembangunan shelter ini selesai, pedagang langsung dipindahkan ke shelter yang telah disediakan,” ungkapnya.
Ferinando menambahkan, penataan PKL ini agar kawasan Alun-alun Kaliwungu menjadi indah, rapi dan bersih. “Tujuannya agar indah, rapi, dan bersih. Sehingga semakin banyak pengunjung dan pembeli PKL. Jadi bisa semakin ramai,” imbuhnya.
Dirinya berharap, masyarakat atau pengunjung bisa menikmati taman, sekaligus berbelanja atau menikmati kuliner di kawasan Alun-alun Kaliwungu.
“Ya tujuannya, pengunjung merasa nyaman. Karena ada tempat duduk dan spot untuk foto-foto. Harapannya akan semakin ramai,” kata Ferinando.
Sementara itu, mandor lapangan pengerjaan revitalisasi Alun-alun Kaliwungu, Abidin menjelaskan, saat ini pihaknya sedang melakukan pembongkaran kantor eks-Kawedanan Kaliwungu.
Dikatakan, nantinya bangunan kantor eks-kawedanan tersebut akan digunakan sebagai shelter para pedagang.
“Sudah dimulai seminggu lalu. Ini dibongkar atapnya dulu kemudian, baru ada alat berat yang merobohkan bangunan,” jelasnya.(HS)