HALO PEKALONGAN – RSUD Bendan Kota Pekalongan menggelar bakti sosial (baksos) pelayanan kesehatan gratis, bagi para pengungsi banjir di aula Kecamatan Pekalongan Barat, baru-baru ini.
Kegiatan itu merupakan upaya untuk memastikan para pengungsi tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak.
Pelayanan kesehatan tersebut disambut antusias oleh para pengungsi yang memanfaatkan kesempatan untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka secara gratis.
Camat Pekalongan Barat, M Natsir, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada RSUD Bendan yang telah memberikan bakti sosialnya kepada para pengungsi.
Menurutnya, keberadaan layanan kesehatan di lokasi pengungsian sangat membantu masyarakat yang rentan mengalami penurunan kondisi kesehatan akibat cuaca ekstrem dan lingkungan pengungsian.
“Kami sangat mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada RSUD Bendan yang telah memberikan bakti sosial kepada para pengungsi di Aula Kecamatan Pekalongan Barat selama dua hari ini. Mengingat saat ini cuaca masih ekstrem, tentu sangat berpengaruh terhadap kesehatan para pengungsi,” ujar M Natsir, seperti dirilis pekalongankota.go.id.
Ia menambahkan, dengan adanya pelayanan kesehatan ini, para pengungsi yang memiliki keluhan atau sedang sakit dapat segera memeriksakan diri dan mendapatkan penanganan medis secara cepat dan tepat tanpa harus memikirkan biaya.
“Dengan adanya baksos ini, para pengungsi yang memiliki keluhan dan menderita sakit bisa melakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis dan mendapatkan penanganan dengan baik. Ini sangat bermanfaat dan membantu kami di lapangan,” imbuhnya.
Sementara itu, perwakilan dokter RSUD Bendan, Fahmi, menjelaskan bahwa, selama kegiatan berlangsung terdapat beberapa penyakit yang paling banyak dikeluhkan oleh para pengungsi. Tiga di antaranya adalah demam, batuk disertai pilek, serta mencret atau diare.
“Mayoritas keluhan para pengungsi adalah demam, batuk disertai pilek, dan diare. Ketiga keluhan ini sangat berkaitan dengan kondisi imunitas tubuh dan penularannya cukup cepat, terutama di lingkungan pengungsian,” jelas dr. Fahmi.
Ia mengungkapkan bahwa, penyakit batuk dan pilek sangat mudah menular karena para pengungsi tinggal berdekatan dalam satu ruangan. Jika satu orang terinfeksi, maka risiko penularan kepada pengungsi lainnya sangat tinggi.
“Kalau ada satu pengungsi yang menderita batuk dan pilek, penularannya bisa cepat sekali ke pengungsi lainnya. Karena itu, penting untuk menjaga kebersihan diri dan mengurangi kontak yang berpotensi menularkan penyakit,” ujarnya.
Untuk kasus diare, Fahmi menekankan bahwa faktor kebersihan, terutama penggunaan MCK dan kebiasaan menjaga kebersihan diri, menjadi penyebab utama. Ia mengimbau para pengungsi untuk selalu menjaga pola hidup bersih dan sehat selama berada di lokasi pengungsian.
“Diare berkaitan erat dengan kebersihan MCK dan kebersihan diri. Kami mengimbau agar para pengungsi tetap menjaga kebersihan, rajin mencuci tangan menggunakan sabun, serta menghindari penggunaan gelas minum secara bersamaan dengan orang lain,” pesannya.
Melalui kegiatan bakti sosial ini, ia menegaskan, RSUD Bendan tidak hanya memberikan layanan pemeriksaan dan pengobatan, tetapi juga edukasi kesehatan kepada para pengungsi agar lebih waspada terhadap potensi penyakit yang mudah muncul dan menular di lingkungan pengungsian.
“Sinergi antara pemerintah kecamatan dan fasilitas kesehatan ini diharapkan mampu menjaga kondisi kesehatan para pengungsi tetap stabil, sehingga mereka dapat bertahan dan beraktivitas dengan lebih baik selama masa tanggap darurat banjir di Kota Pekalongan,” kata dia. (HS-08)


