HALO PEKALONGAN – Cuaca ektrem yang terjadi di Kota Pekalongan selama beberapa hari, menurut Kepala Bidang Perdagangan Dindagkop-UKM Kota Pekalongan, Fitria Yuliani, tidak mempengaruhi distribusi dan harga kebutuhan pokok masyarakat.
Harga-harga terpantau stabil dan ada beberapa komoditas yang justru mengalami penurunan.
Fitria Yuliani Kartika, Senin (26/1/2026) mengatakan berdasarkan pemantauan harga Kepokmas sejak Minggu pertama hingga Minggu keempat Januari 2026, menunjukkan tren yang relatif stabil.
Beberapa komoditas justru mengalami penurunan, termasuk cabai, bawang merah, daging ayam ras, telur ayam ras, dan bawang bombay.
“Alhamdulillah, secara umum harga kebutuhan pokok di Kota Pekalongan relatif stabil. Bahkan ada beberapa komoditas yang turun karena daerah produsen sedang panen, sehingga pasokan lebih banyak,” jelasnya, seperti dirillis pekalongankota.go.id.
Ia merinci harga beberapa komoditas pokok di Kota Pekalongan, untuk komoditas yang turun, antara lain cabai merah keriting dari Rp37.800/kg menjadi Rp34.500/kg, cabai merah besar dari Rp24.900/kg menjadi Rp24.250/kg, cabai rawit merah dari Rp46.000/kg menjadi Rp40.500/kg.
Juga cabai rawit hijau dari Rp40.700/kg menjadi Rp35.000/kg, bawang merah dari Rp36.000/kg menjadi Rp35.750/kg, bawang bombay dari Rp31.500/kg menjadi Rp30.500/kg, daging ayam ras dari Rp39.500/kg menjadi Rp38.750/kg dan telur ayam dari Rp28.700/kg menjadi Rp27.750/kg.
Sedangkan untuk komoditas yang mengalami kenaikan tipis, antara lain gula pasir curah dari Rp16.700/kg menjadi Rp17.000/kg dan bawang putih dari Rp35.900/kg menjadi Rp36.500/kg.
Lebih lanjut, ia menyebutkan, komoditas yang stabil beras medium: Rp13.500/kg, beras premium: Rp14.900/kg, minyak goreng curah Rp18.000/liter, minyak goreng premium Rp21.000/liter, dan minyak kemasan Minyakita Rp17.000/liter.
Fitria menambahkan, meski cuaca ekstrem masih terjadi, distribusi kebutuhan pokok di Kota Pekalongan tetap lancar.
Hal ini membuat masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan atau lonjakan harga mendadak.
“Stabilitas harga ini juga didukung oleh pasokan dari daerah produsen yang mencukupi. Jadi, meski cuaca ekstrem, kebutuhan pokok tetap aman dan terjangkau,” tambahnya.
Pemantauan ini diharapkan menjadi acuan bagi masyarakat untuk mengetahui tren harga sekaligus memastikan ketersediaan kebutuhan pokok tetap aman di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.(HS-08)


