HALO DEMAK – Beragam upaya dilakukan Bupati Demak Eisti’anah, untuk mengatasi banjir rob yang melanda wilayahnya.
Selain mengerahkan seluruh potensi yang dimiliki, Bupati juga intensif berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan daerah tetangga, untuk bersama-sama mengangani rob.
Hal itu disampaikan Bupati Demak, ketika meninjau lokasi banjir di Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung.
“Dengan kondisi rob ini, kami terus melakukan koordinasi hingga 24 jam tanpa henti, agar apa yang menjadi program respon cepat dari kita, mampu dijalankan. Komunikasi bukan hanya jajaran Pemprov Jateng ataupun Pemerintah Pusat, namun juga berkoordinasi dengan daerah tetangga, untuk berkolaborasi guna mengatasi permasalahan ini,” kata Bupati, seperti dirilis demakkab.go.id.
Dalam komunikasi itu, Bupati Eisti’anah juga mengajak perwakilan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana, untuk berkeliling melihat dampak rob.
“Sehingga besar harapan kami, penanganan cepat dapat dilakukan dengan melibatkan untuk Pemprov hingga Pemerintah Pusat,” kata dia.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu banjir rob juga melanda Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, menyusul jebolnya dua tanggul di Kali Miyong, Desa Sriwulan. Bencana tersebut mengakibatkan sekitar 2.000 rumah warga terendam.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Semarang, penyebab terjadinya banjir rob yang melanda pantura Jateng, adalah akibat fenomena Perigee atau jarak terdekat bumi dengan bulan.
Koordinator Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang, Ganis Erutjahjo menyebutkan kawasan yang terdampak yakni Tegal, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kota Semarang, Demak, Pati, dan Rembang.
Tinggi gelombang di perairan utara Jawa Tengah, menurut dia mencapai 1,25 sampai 2,5 meter. Kondisi di akhir bulan Syawal, di mana masa itu adalah mendekati fase puncak pasang. Pada 23 Mei 2022, pukul 16.00 WIB tercatat tinggi pasang 210 Cm. (HS-08)