in

Ribuan Warga Terdampak Banjir Rob Semarang yang Semakin Meluas, BPBD Siapkan Dapur Umum

BPBD Kota Semarang menyiapkan logistik berupa nasi bungkus untuk warga yang terdampak banjir rob di Tambaklorok, Kelurahan Tanjung Mas Semarang.

HALO SEMARANG – Dampak banjir rob di Semarang utara, Semarang Timur dan sekitar Pelabuhan Tanjung Emas Semarang hingga Senin (23/5/2022) malam berdampak pada ribuan warga di wilayah tersebut.

Mereka terpaksa tidak bisa berakvitas seperti biasanya mengingat genangan banjir rob yang menggenagi jalan perkampungan dan rumah warga cukup tinggi. Bahkan, kondisi ini diperparah dengan adanya tanggul jebol di Lamicitra dekat dengan pelabuhan pada Senin (23/5/2022) sekitar pukul 14.00.

Akibatnya banjir rob mulai sore hingga malam hari ketinggiannya mencapai 1 meter, karena limpasan air banjir masuk ke kawasan industri dan perkampungan di Tambaklorok.

Dampak banjir rob berdasarkan laporan BPBD Kota Semarang, yakni di Kelurahan Tanjungmas, Kelurahan Bandarharjo , dan Kelurahan Kemijen.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Winarsono mengatakan, adapun warga yang terkena imbas banjir rob cukup tinggi, yakni di Kelurahan Tanjung Mas ada lima RW, meliputi RW 09 (RT 01-08) dengan jumlah total 480 KK. Lalu, RW 12 ( RT 05 – 08 ) dengan total 45 KK/ 159 Jiwa.
“Kemudian RW 13 ( RT 01 – 06 ) dengan total 91 KK/ 285 Jiwa. Dan RW 14 ( RT 01 – 10 ) dengan total 350 KK/ 983 Jiwa. RW 15 ( RT 01 – 09 ) dengan total 74 KK/ 257 Jiwa. Serta RW 16 ( RT 01 – 06 ) dengan total 70 KK/ 242 Jiwa,” jjwìii, Selasa (24/5/2022).

Dikatakan dia, banjir rob di Lokasi Tambak Lorok, Kelurahan Tanjung Mas mulai pukul 12.00 WIB air rob mulai naik dan masuk ke rumah warga khususnya di RW 09 , RW 12 , RW 13 , RW 14 , RW 15, RW 16 Dengan ketinggian air mulai 50 – 80 centimeter.
)¥⁹⁸edangkan, di Lokasi Kemijen mulai pukul 15.00 WIB air rob mulai naik dan masuk ke rumah warga khususnya di RW 03, RW 04 , RW 05 Dengan ketinggian 40–50 centimeter.

“Warga terdampak di wilayah Kemijen, Kecamatan Semarang Timur di RW 03 ( RT 01 – 06 ) dengan total 75 KK. Dan RW 04 (RT 01 dan RT 02 ) dengan total 70 KK,” imbuhnya.

Adapun titik lokasi banjir air laut hingga Senin (23/5/2022) malam di depan Pos 1 Pelabuhan Tanjung Emas, Depan Polsek KPTE, Jalan Coaster, Jalan Deli,
Dermaga Nusantara. Lalu, di Terminal Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Kawasan Lamicitra dan Dog Koja Bahari. Untuk ketinggian air di kawasan Lamicitra kurang lebih 1,5 meter, jalan Coaster kurang lebih 55 cemtimeter. Kemudian, di Jalan M . Pardi kurang lebih 40 Cm, Jalan Yos Sudarso kurang lebih 50 centimeter dan Jalan Ampenan juga tergenang,” ujarnya.

Perkembangan kondisi banjir rob hingga Selasa (24/5/2022) pagi di jalan raya mulai surut, hanya masih menggenagi perkampungan warga.
“Dengan ketinggian air rob sekitar 10 centimeter. Belum ada yang mengungsi, mereka tetap bertahan di rumah. Namun, ada beberapa warga yang mengungsi di rumah tetangganya lebih tinggi sementara waktu,” katanya..

Sementara, saat ini pihaknya melakukan Assestment awal dan upaya evakuasi bagi warga yang membutuhkan. Sejumlah karyawan yang terjebak masih di dalam pabrik saat banjir rob merendam kawasan industri dan perkampungan. Dan mendirikan dapur umum di Kantor Kecamatan Semarang Utara.

‘Kami juga berkoordinasi dengan Forkompimda terkait penanganan warga, melakukan penyisiran lokasi tempat masuknya air rob serta memasang geobag untuk menutup talut yang jebol sementara,” pungkasnya.

Sementara sebelumnya, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meminta BPBD dan instansi terkait dan stake holder untuk bersama sama melakukan penanganan warga terdampak pasca banjir rob yang melanda dikawasan Semarang Utara dan sekitarnya. Dan memberikan bantuan logistik bagi ribuan warga yang terkena banjir air pasang laut.

“Saya minta BPBD dan Dinas Sosial untuk langsung membantu mengirimkan nasi bungkus untuk ribuan warga yang terdampak. Dan bisa berkoordinasi dengan stake holder lainnya dalam upaya penanganan banjir rob ini,’ terang ya saat meninjau langsung banjir rob di Semarang Utara, Senin (23/5/2022) malam. (HS-06)

MU Jeblok, Harus Bangun Tim Baru

BMKG: Potensi Banjir Pesisir atau Rob di Semarang akan Terjadi hingga 25 Mei Dipengaruhi Kondisi Perigee