HALO SRAGEN – Pemerintah Kabupaten Sragen memperbaiki berbagai ruas jalan guna meningkatkan kualitas infrastruktur, serta mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Perbaikan jalan tersebut antara lain dilaksanakan di sejumlah ruas jalan di empat kecamatan berbeda.
Masing-masing meliputi Pemeliharaan Jalan Masaran–Pringanom di Kecamatan Masaran, Rekonstruksi Jalan Krikilan–Kedungringin di Kecamatan Kalijambe, Rekonstruksi Jalan Kedungringin–Manyarejo di Kecamatan Plupuh, serta Rekonstruksi Jalan Kwangen–Ngebuk di Kecamatan Gemolong.
Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, ketika meninjau perbaikan jalan di empat kecamatan tersebut, baru-baru ini, memastikan perbaikan ruas-ruas jalan yang selama ini menjadi aspirasi masyarakat, akan segera ditangani tahun ini melalui anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU).
Saat meninjau ruas Jalan Kwangen–Ngebuk, Bupati Sigit menyampaikan bahwa perbaikan jalan tersebut telah lama dinantikan masyarakat.
“Saat ini kita di jalur Kwangen–Ngebuk, supervisi jalan. Jadi jalannya rusak, sudah relatif lama, masyarakat sudah menantikan. Alhamdulillah tahun 2026 ini kita akan perbaiki dengan anggaran Rp2,1 miliar. Nanti jalannya dilebarkan. Saat ini 4 meter, nanti diperlebar menjadi 5 meter,” kata Bupati, seperti dirilis sragenkab.go.id.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas potensi gangguan selama proses pembangunan berlangsung.
“Kami mohon maaf kepada masyarakat yang biasa menggunakan jalur Kwangen–Ngebuk ini. Kalau perjalanan kemarin terganggu, nanti juga dalam proses pembangunan akan terganggu. Mohon bisa dipahami. Matur nuwun nggih,” tambahnya.
Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sragen, ruas Jalan Kwangen–Ngebuk akan direkonstruksi sepanjang 1,010 kilometer dengan lebar jalan menjadi 5 meter dan nilai anggaran sebesar Rp2,18 miliar.
Selain meninjau lokasi yang akan segera dikerjakan, Bupati Sigit juga melihat langsung hasil pengerjaan Pemeliharaan Jalan Masaran–Pringanom yang telah selesai dilaksanakan.
Ruas jalan yang berada di kawasan Pertigaan Masaran tersebut sebelumnya kerap dikeluhkan warga karena mengalami kerusakan cukup parah, sering tergenang saat hujan, dan dinilai membahayakan pengguna jalan.
Dalam peninjauan sebelumnya pada 3 Juni 2026, Bupati didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sragen, Mursid Joko Wiranto.
Saat itu, Bupati berdialog langsung dengan warga dan pengguna jalan yang menyampaikan berbagai keluhan terkait kondisi jalan.
Sebagai bentuk penanganan, Pemkab Sragen melakukan perbaikan jalan menggunakan konstruksi cor beton sekaligus pelebaran jalan dari semula lima meter menjadi enam meter. Sebelum pekerjaan badan jalan dilakukan, pemerintah daerah juga telah menyelesaikan perbaikan gorong-gorong yang berada di bawah ruas jalan tersebut guna mengatasi persoalan genangan.
Sementara itu, tiga ruas jalan lainnya yang ditinjau pada Jumat (19/6/2026) dijadwalkan segera memasuki tahap pelaksanaan pekerjaan.
Adapun ruas jalan yang ditinjau meliputi Pemeliharaan Jalan Masaran–Pringanom di Kecamatan Masaran sepanjang 95 meter dengan lebar 6 meter dan anggaran Rp395 juta.
Selanjutnya, Rekonstruksi Jalan Krikilan–Kedungringin di Kecamatan Kalijambe sepanjang 1,9 kilometer dengan lebar 4 meter dan anggaran Rp3,77 miliar.
Di Kecamatan Plupuh, Pemkab Sragen akan melaksanakan Rekonstruksi Jalan Kedungringin–Manyarejo sepanjang 1,38 kilometer dengan lebar 4,5 meter dan anggaran Rp1,29 miliar. Sementara itu, Rekonstruksi Jalan Kwangen–Ngebuk di Kecamatan Gemolong akan dikerjakan sepanjang 1,01 kilometer dengan lebar 5 meter menggunakan anggaran sebesar Rp2,18 miliar.
Total panjang penanganan empat ruas jalan tersebut mencapai 4,385 kilometer dengan total anggaran sekitar Rp7,635 miliar.
Bupati Sigit menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat, serta memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi pengguna jalan.
“Pemerintah Kabupaten Sragen akan terus berupaya memperbaiki infrastruktur secara bertahap sesuai kemampuan anggaran, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Sragen,” kata dia. (HS-08)


