in

Ribuan Kado di Simpanglima, Natal Hangat PSI Kota Semarang di Ruang Publik

Para kader PSI membagikan kado Natal bagi warga di di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang, Kamis (25/12/2025).

MALAM Natal di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang, Kamis (25/12/2025), terasa berbeda. Di tengah kerlap-kerlip lampu kota dan riuh tawa warga yang memadati jantung ibu kota Jawa Tengah itu, ribuan kado Natal berpindah tangan, membawa senyum, tawa, dan kehangatan.

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Semarang memeriahkan perayaan Natal 2025 dengan membagikan 2.025 kado Natal kepada masyarakat. Anak-anak, remaja, hingga orang tua tampak antusias menyambut bingkisan yang dibagikan langsung di ruang publik favorit warga Semarang tersebut.

Kegiatan ini seketika menjadi magnet perhatian. Warga dan wisatawan yang tengah menikmati suasana libur Natal berhenti sejenak, mengabadikan momen, atau sekadar menyapa Santa Claus yang hadir menyemarakkan acara. Gelak tawa anak-anak berpadu dengan kilatan kamera ponsel, menciptakan suasana Natal yang hangat dan inklusif.

Sebanyak 2.025 kado Natal yang dibagikan bukan sekadar angka. Bingkisan itu merupakan hasil gotong royong pengurus DPD PSI Kota Semarang dan pengurus DPC PSI Kota Semarang.

Ketua DPD PSI Kota Semarang, Bangkit Mahanantiyo mengatakan, kegiatan berbagi ini merupakan wujud nyata kehadiran PSI di tengah masyarakat.

“Hari ini bertepatan dengan Natal 2025, PSI Kota Semarang berbagi kado Natal bersama pengurus. Kami juga menghadirkan Santa Claus sebagai penyemangat di hari yang penuh sukacita ini,” ujar Bangkit di sela kegiatan.

Menurut Bangkit, jumlah 2.025 kado Natal yang dibagikan memiliki makna simbolik, sekaligus pesan kebersamaan.

“Angka 2.025 ini melambangkan tahun 2025. Pesannya sederhana: PSI Kota Semarang ingin selalu hadir, berbagi, dan menghibur warga, terutama di momen-momen kebahagiaan seperti Natal,” jelasnya.

Lebih dari sekadar berbagi hadiah, PSI memandang Natal sebagai momentum memperkuat nilai kebersamaan dan toleransi di Kota Semarang, kota yang dikenal sebagai ruang hidup berbagai latar belakang.

“Kami percaya Natal adalah momen kebahagiaan bersama. PSI ingin kebahagiaan itu dirasakan semua warga Kota Semarang, tanpa sekat,” kata Bangkit.

Antusiasme masyarakat pun terasa sejak awal acara. Anak-anak tampak tak sabar membuka kado, sementara orang tua dan wisatawan larut dalam suasana kebersamaan.

“Respons warga luar biasa. Ini menunjukkan bahwa ruang publik seperti Simpanglima sangat tepat untuk perayaan Natal yang inklusif dan merangkul semua,” ujarnya.

Bagi PSI Kota Semarang, kegiatan ini juga menjadi bagian dari apa yang mereka sebut sebagai politik kebajikan, politik yang hadir, dekat, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Bagi PSI, politik bukan hanya soal pemilu. Politik adalah soal kehadiran dan kebermanfaatan. Di Natal ini, kami ingin menunjukkan politik yang hangat dan membahagiakan,” tegas Bangkit.

Ia memastikan kegiatan sosial semacam ini akan terus dilakukan, tidak hanya pada perayaan Natal.

“PSI Kota Semarang akan terus hadir di tengah masyarakat, di berbagai momen penting, dengan semangat berbagi dan kebersamaan,” katanya.

Menutup kegiatan, Bangkit menyampaikan harapan agar semangat Natal membawa kedamaian bagi Kota Semarang.

“Semoga Natal 2025 ini membawa pesan damai, toleransi, dan kebahagiaan bagi seluruh warga Kota Semarang. PSI Kota Semarang akan terus menjaga semangat itu,” pungkasnya.

Di bawah langit malam Simpang Lima, ribuan kado mungkin telah habis terbagi. Namun, kehangatan dan pesan kebersamaan yang tercipta malam itu tampaknya akan tinggal lebih lama di hati warga Kota Semarang.(HS)

Soroti Balita Dianiaya hingga Meninggal di Medan, Menteri PPPA Sebut Sanksi Pidana Belum Maksimal

Refleksi Akhir Tahun: Pertumbuhan Ekonomi Melesat, Investasi Bergeliat