SOSOK Ratu Tisha Destria yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PSSI 2 yang hadir di tengah para undangan lainnya dalam acara peresmian Supersoccer Arena di Kudus, ini cukup mencuri perhatian. Dalam acara itu, Ratu Tisha juga sempat berpesan kepada pemain sepakbola putri yang mengikuti partai final di Kompetisi MilkLife Soccer Challenge di Supersoccer Arena, Rendeng, Kabupaten Kudus.
Dikatakan Ratu Tisha, bahwa sepakbola adalah persahabatan, dimana dia berpesan kepada pemain sepakbola usia dini di lapangan tersebut untuk mengenang moment saat mereka bertanding bertemu dengan teman-teman yang juga menyukai sepakbola. Ratu Tisha mengharapkan adik-adik yang ikut menyenangi sepakbola sehingga nantinya menjadi kenangan tak terlupakan. Karena sepakbola adalah persahabatan, menjadi sarana rekreasi juga bisa dinikmati semuanya.
“Saya pesen kepada adik-adik untuk tetap berlatih dan tidak jajan sembarangan dan makan makanan yang bergizi, dan minum susu,” katanya usai menyaksikan peresmian Supersoccer Arena dan Pertandingan Eksibisi tim Persis dan Persib Women di Kudus.
Menurut Ratu Tisha, untuk mengantarkan pemain sepakbola putri Indonesia sampai ke piala dunia, harus dimulai dari sekarang.
“Tentunya dengan banyak gelaran turnamen serta tak kalah penting juga dilatih dengan pelatih yang sudah tersertifikasi,” imbuh cewek kelahiran 30 Desember 1985 ini.
Ratu Tisha Hobi dengan Sepakbola Sejak di Bangku SMA
Ketertarikannya terhadap dunia sepak bola sudah ada sejak masih duduk di bangku sekolah. Tercatat, Tisha menjadi manajer tim sepakbola. Hobi inilah yang terbawa hingga dia kuliah di ITB. Ratu Tisha menyelesaikan pendidikan di ITB Jurusan Matematika pada 2008. Setelah menjadi alumni, Ratu Tisha sempat meniti karir di perusahaan pengeboran minyak.
Saat bekerja di perminyakan tersebut ia sering berpindah-pindah negara seperti, Kairo, Mesir, Amerika Serikat, London dan Cina.
Dia pernah mengikuti seminar sepak bola di Jepang, Belgia dan Denmark. Ia mendaftarkan diri untuk program FIFA Masters yang disponsori oleh FIFA dan akhirnya lolos. Satu setengah tahun Ratu Tisha menimba ilmu di progam Masters FIFA tersebut.
Ratu Tisha bukan wajah baru di PSSI. Ia pernah menjabat sebagai Sekjen PSSI pada periode 2017-2020.
Pada Mei 2017, ia terpilih sebagai Sekjen PSSI menggantikan Ade Willington yang mengundurkan diri. Ketika itu PSSI berada di bawah kepemimpinan Letnan Jenderal TNI (Purn) Edy Rahmayadi, yang kemudian mundur dan kini menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara.
Sebelum itu bahkan, Ratu Tisha menjabat direktur kompetisi Indonesia Soccer Championship 2016.
Setahun kemudian, dirinya didapuk menjadi Direktur Kompetisi Liga 1 dan Liga 2. Namun jabatan tersebut tak lama ia pegang lantaran terpilih menjadi Sekjen.
Dia juga menjadi salah satu orang berperan penting di balik penunjukan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.
Turnamen itu kemudian diundur dua tahun menjadi Piala Dunia U-20 2023 dan baru akan digelar pada 20 Mei hingga 11 Juni tahun depan. Meski terjadi penundaan karena pandemi Covid-19, status Indonesia sebagai tuan rumah tetap.
Indonesia mengikuti bidding untuk tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2019. Ratu Tisha menjadi salah satu wakil PSSI yang berangkat ke Shanghai, Cina, untuk menghadiri FIFA Council Meeting pada 23 Oktober 2019. Tugasnya adalah mempresentasikan kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.
Setelah presentasi itu, Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengumumkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U 20. Indonesia berhasil mengalahkan Peru dan Brasil yang juga mengajukan diri sebagai tuan rumah. (HS-06)