in

Rakor POK, Wabup Kendal: Realisasi Belanja APBD 2022 Belum Maksimal

HALO KENDAL – Meski sudah memasuki pertengahan Tahun Anggaran 2022, realisasi belanja Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kendal tahun 2022 belum maksimal.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki saat membacakan sambutan Bupati Kendal, dalam acara Rakor Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) APBD Kabupaten Kendal Tahun 2022, di Pendopo Tumenggung Bahurekso Setda Kendal, Selasa (19/7/2022).

Wabup yang akrab disapa Pakde Bas tersebut mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk kontrol terhadap kinerja Pemerintah Daerah. Sehingga pengelolaan anggaran lebih optimal untuk mendukung pencapaian target.

“Kepada panjenengan semua yang realisasinya masih rendah atau belum memenuhi target, agar dapat memanfaatkan waktu ini dengan efektif dan melakukan kerja ekstra dalam mewujudkan pelaksanaan APBD secara tepat waktu, tepat mutu, tepat sasaran, dan didukung oleh tertib administrasi,” tuturnya.

Sementara, kepada yang sudah merealisasikan anggaran APBD tepat waktu dan maksimal, Wabup mengucapkan terima kasih, atas kinerja yang telah mengupayakan kegiatannya secara maksimal.

“Sekali lagi saya tegaskan, penyerapan anggaran harus maksimal dan pembangunan yang berkualitas terutama peningkatan perekonomian secara merata, sesuai dengan visi misi pembangunan Kabupaten Kendal, yaitu Kendal Handal, Unggul, Makmur dan Berkeadilan,” tandas Pakde Bas.

Wabup juga berharap, melalui rapat koordinasi ini dapat menjadi forum koordinasi bagi OPD, Bagian, Kecamatan, Kelurahan dan UPTD Puskesmas untuk memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan.

“Kegiatan ini bisa dicari solusi bersama atas semua kendala, masalah, maupun hambatan yang ditemui selama ini dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan untuk mewujudkan pembangunan Kabupaten Kendal yang lebih baik lagi,” harapnya.

Sebelumnya, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan, Giri Kusuma dalam laporannya menjelaskan, tujuan dari Rakor ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan sampai dengan bulan Juni 2022, dan mengindentifikasi permasalahan dan mencari solusi pemecahan masalah.

Adapun output yang diharapkan setelah Rakor ini adalah, para kepala OPD menindaklanjuti arahan pada Rakor dengan melakukan percepatan pelaksanaan kegiatan.

“Melaporkan progress fisik maupun keuangan dengan melakukan input pada SIMPOK dan SIPD, secara rutin setiap bulan dengan data yang valid,” ujar Giri Kusuma.

Kepada Kepala OPD dirinya juga berharap, agar konsisten dengan target dan sasaran kinerja yang sudah ditetapkan. “Sehingga kegiatan yang dilaksanakan outputnya adalah untuk mencapai target kinerja pada RPJMD,” imbuh Giri Kusuma.(HS)

Diduga Rugikan Negara Rp 1 Miliar, Mantan Sekda Pemalang Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi

Waterpark Tembalang Asri di Desa Boyolali Diharapkan Dapat Menginspirasi Desa Lain di Demak