HALO WONOSOBO – Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat mengajak semua komponen di wilayah itu, untuk bahu membahu membangkitkan kembali sektor ekonomi, yang sebelumnya terpuruk akibat pandemi Covid-19.
Ajakan itu disampaikan Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, dalam puncak peringatan HUT Ke-197 kabupaten itu, Minggu, (24/07/2022), di Alun-alun Wonosobo.
Menurut dia, pada usia yang hampir dua abad ini, Kabupaten Wonosobo harus melakukan evaluasi menyeluruh, terhadap semua yang sudah dilaksanakan.
Selain itu sendi-sendi ekonomi yang terpuruk akibat pandemi Covid-19, juga perlu segera dibangkitkan.
Maka dari itu dia mengajak semua stakeholder, untuk terus bersinergi memajukan ekonomi Wonosobo, termasuk dengan memanfaatkan seluruh potensi sumber daya secara maksimal.
“Terus bersinergi semua stakeholder dan manfaatkan potensi sumber daya yang ada untuk kemajuan dan kejayaan ekonomi Wonosobo,” kata Afif, seperti dirilis wonosobokab.go.id.
Kemiskinan dan Stunting
Ditambahnya, saat ini persoalan kemiskinan ekstrem dan stunting masih menjadi pekerjaan serius Pemkab Wonosobo. Sehingga diperlukan sinergitas yang kuat pula, guna menuntaskan problematika tersebut.
Dengan mulai dibukanya Pasar Induk Wonosobo, yang diawali pemberian Kartu Pedagang, Afif berharap mampu menjadi magnet penguat geliat ekonomi daerah, agar kemakmuran masyarakat meningkat.
Sesuai tema “Gumregah Makaryo Sesarengan”, dia berpesan kepada seluruh masyarakat untuk bergotong royong mewujudkan Wonosobo yang gemah ripah loh jinawi.
Di bawah kepemimpinannya dengan Wakil Bupati Muhammad Albar, Afif menyampaikan terima kasih kepada tenaga kesehatan, jajaran TNI, Polri, BUMN, dan BUMD, serta Aparatur Sipil Negara yang sudah berupaya optimal mewujudkan tata pengelolaan pemerintahan yang baik mewujudkan Wonosobo yang berdaya saing, maju, dan sejahtera.
Juga kalangan akademisi, komunitas masyarakat, dan pers yang turut berkontribusi demi Wonosobo yang makmur dan sentosa.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada tenaga kesehatan, Jajaran TNI POLRI, BUMN dan BUMD, serta ASN yang telah berupaya optimal mewujudkan Wonosobo yang berdaya saing, maju, dan sejahtera, mari bekerja dengan sungguh-sungguh dan hati-hati,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan, masyarakat Wonosobo tetap menjaga kesehatan, menjalankan segala aturan atau kebijakan Pemkab, serta meningkatkan kewaspadaan.
“Saya berpesan kepada masyarakat untuk terus menjaga kesehatan, mentaati segala kebijakan Pemkab, dan tingkatkan kewaspadaan,” kata dia.
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Wonosobo, Suwondo Yudhistira yang hadir saat itu, membacakan sejarah Wonosobo.
Dia mengatakan berdasarkan hasil peneltian tim dari Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Gajahmada (UGM) Tahun 2008, cikal bakal berdirinya Wonosobo tak lepas dari keberadaan tiga tokoh besar, yaitu Kyai Kolodete, Kyai Karim, dan Kyai Walik. Ketiga sosok tersebut berkelana menempati daerah Dieng, Kalibeber, dan Wonosobo.
Sejarah Wonosobo juga berkait erat dengan perjuangan Pangeran Diponegoro melawan Belanda. Kabupaten Wonosobo berdiri 24 Juli 1825, sebagai wilayah di bawah Kesultanan Yogyakarta, seusai pertempuran dalam Perang Diponegoro. Karena itu pula, setiap 24 Juli, diperingati sebagai hari lahir Wonosobo.
“Sejarah berdirinya Kabupaten Wonosobo juga erat kaitannya dengan peristiwa Perang Diponegoro melawan bangsa Belanda pada 1825,” tuturnya.
Dalam peringatan HUT tersebut, dilakukan prosesi penyerahan panji-panji oleh 15 Kecamatan secara simbolis, oleh Danramil Sapuran Kapten Inf Sutarto, kepada Dandim 0707 Wonosobo Letkol Inf Rahmat; Camat Sapuran Priswanto Wahyu Nugroho kepada Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat; Kapolsek Sapuran AKP Widodo kepada Kapolres Wonosobo AKBP Eko Novan Presetyo Puspito; dan Sekretaris Camat Sapuran Beni Hermawan kepada Ketua DPRD Wonosobo Eko Prasetyo Heru Wibowo.
Prosesi dilanjutkan dengan birat sengkala oleh Bupati Wonosobo, peges tumpeng, dan kembul bujana.
Semarak HUT Wonosobo Ke-197 juga dimeriahkan oleh berbagai penampilan kesenian menarik seperti Tari Kolaborasi Daeng Lengger dan Kuda Kepang, persembahan tarian dari 8 Kecamatan, penampilan kesenian pemenang lomba FLS2N, Pantomim, dan Pemenang Lomba Tari dari BPPKBPPPA. Bazar pasar juga turut meramaikan hajatan tahunan tersebut. (HS-08)