HALO SEMARANG – Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit di berbagai belahan dunia, dalam 12 bulan terakhir ini telah kehilangan setidaknya 30 pekerja dan sukarelawan. Mereka gugur dalam tugas di daerah konflik dan bencana.
Demikian pernyataan dari Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (The International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies / IFRC), dalam rangka perayaan Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia 2024, yang jatuh setiap 8 Mei.
“Enam belas juta relawan dan staf di seluruh jaringan kami, akan merefleksikan kegiatan selama 12 bulan dengan campuran apresiasi, kekaguman, dan kesedihan,” demikian pernyataan IFRC, seperti dirilis ifrc.org.
IFRC juga menyebutkan, dari 30 orang yang gugur, 22 di antaranya adalah korban dari konflik Israel – Palestina.
Mereka terdiri atas 18 orang dari perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina dan 4 dari Magen David Adom, yang merupakan perhimpunan Palang Merah Israel.
Jumlah tersebut merupakan jumlah tertinggi sejak pencatatan IFRC dimulai.
Delapan kematian lainnya terjadi pada sukarelawan di Libya, Sudan, Ethiopia, dan Iran.
Tahun ini, tema Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia adalah “Menjaga Kemanusiaan Tetap Hidup”.
“Kami menggunakannya untuk menyerukan perlindungan yang lebih besar, bagi pekerja kemanusiaan dan untuk menyoroti pekerjaan positif yang dilakukan oleh jaringan kami,” kata IFRC.
Jaringan Kemanusiaan Terbesar
IFRC adalah jaringan kemanusiaan terbesar di dunia. Sekretariat IFRC mendukung aksi lokal Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di lebih dari 191 negara, serta lebih dari 16 juta sukarelawan demi kebaikan umat manusia.
“Kami hadir di hampir setiap masyarakat di bumi. Kami menjangkau 160 juta orang setiap tahun melalui layanan jangka panjang, program pembangunan, dan tanggap bencana. Kami berupaya meningkatkan standar kemanusiaan global dan membujuk para pemimpin untuk bertindak demi kepentingan kelompok rentan,” demikian pernyataan organisasi kemanusian internasional ini.
IFRC menyatakan kekuatan Palang Merah Internasional, adalah pada jaringan relawan di seluruh dunia, keahlian berbasis komunitas yang tak tertandingi, independensi dan netralitas gerakan ini.
Sementara itu berbagai lembaga dan organisasi pemerintah di Indonesia, juga menyampaikan ucapan selamat Hari Palang Merah Internasional, melalui akun X.
Beberapa di antaranya dari Lemhannas RI (@LemhannasRI) yang menuliskan “Hari Palang Merah Internasional mengingatkan kita untuk ikut berkontribusi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan berbahagia”.
Ucapan juga datang dari PMI Kab Banjarnegara (@PMIBanjarnegara), yang menuliskan “Selamat hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia 8 Mei 2024”.
Himpunan Mahasiswa Gizi UPN Jakarta, bahkan menuliskan utas mengenai hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, via akun X GIZI UPNVJakarta (@HimagiUPNVJ).
“Hari Palang Merah sedunia atau World Red Cross Day diperingati setiap tanggal 8 Mei. Peringatan ini merupakan momentum untuk merayakan semangat kepedulian terhadap kemanusiaan.”
Dalam tulisannya, @HimagiUPNVJ juga menyinggung nama Jean Hendry Dunnant, sebagai pencetus gerakan Palang Merah.
“Peringatan Hari Palang Merah Sedunia telah dilakukan sejak tahun 1948, penetapan ini tidak lepas dari sosok Bapak Palang Merah Jean Hendry Dunnant sebagai pencetus gerakan kemanusiaan tersebut.”
Adapun Tema Hari Palang Merah Sedunia tahun 2024 adalah “I give with joy, and the joy I give is a reward”.
Tema ini diusung dengan tujuan untuk menyebarkan suasana positif dalam masyarakat dan mendorong kita untuk memberi dan menerima kebahagiaan kepada sesama.
“Mengulurkan tangan pada mereka yang tengah kesulitan adalah wujud nilai-nilai kemanusiaan. Selamat Hari Palang Merah Sedunia 2024!”
Untuk diketahui, perhimpunan gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di seluruh dunia, dalam menentukan kebijakan dan melaksanakan kegiatannya, selalu memegang 7 prinsip dasar, yaitu :
Kemanusiaan
Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional didirikan berdasarkan keinginan memberi pertolongan tanpa membedakan korban yang terluka, di dalam pertempuran, berupaya dalam kemampuan bangsa dan antarbangsa, mencegah dan mengatasi penderitaan sesama.
Kesamaan
Gerakan ini tidak membuat perbedaan atas dasar kebangsaan, kesukuan, agama / kepercayaan, tingkatan, atau pandangan politik. Tujuannya semata-mata hanyalah mengurangi penderitaan manusia, sesuai dengan kebutuhannya dan mendahulukan keadaan.
Kenetralan
Agar senantiasa mendapatkan kepercayaan dari semua pihak, gerakan ini tidak memihak atau melibatkan diri dalam pertentangan politik, kesukuan, agama, atau ideologi.
Kemandirian
Gerakan ini bersifat mandiri. Perhimpunan nasional di samping membantu pemerintahnya dalam bidang kemanusiaan juga harus menaati peraturan negaranya, harus selalu menjaga otonominya sehingga dapat sejalan dengan gerakan ini.
Kesukarelaan
Gerakan ini adalah gerakan pemberi bantuan sukarela, yang tidak didasari oleh keinginan untuk mencari keuntungan apapun.
Kesatuan
Di dalam suatu negara, hanya ada satu gerakan Palang Merah atau Bulan Sabit Merah yang terbuka untuk semua orang, dan melaksanakan tugas kemanusiaan diseluruh wilayah.
Kesemestaan
Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional adalah bersifat semesta. Setiap perhimpunan mempunyai hak dan tanggung jawab yang sama didalam menolong sesama manusia.
(Dari berbegai Sumber : HS-08)