HALO SEMARANG – Presiden RI, Joko Widodo berencana melaksanakan Salat Idul Adha di Lapangan Pancasila Simpanglima Kota Semarang. Selain itu Jokowi juga akan menyerahkan hewan kurban berupa 1 ekor sapi jenis limosin.
Ketua Takmir Masjid Raya Baiturrahman Semarang, Ahmad Daroji menjelaskan, jika Simpanglima dipilih lantaran bisa memuat puluhan ribu jemaah. Pihaknya kini bertugas sebagai penyelenggara kegiatan besok.
“Memang yang menyelanggarakan masjid ini, tapi karena untuk Id itu orangnya sampai 10 ribu kadang lebih, maka kita gunakan di lapangan Simpanglima, kita berharap tidak hujan. Lapangan Simpanglima bisa menampung kapasitas 10 ribu orang, kalau di masjid 4 ribu. Insya-Allah di Simpamglima semua,” ujar Daroji di Semarang, Minggu (16/6/2024).
Saat melakukan kegiatan, Presiden rencananya akan didampingi oleh Ibu Negara Iriana Jokowi, Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana dan istri serta sejumlah menteri. Ia pun merasa bahagia lantaran Jokowi memilih salat di Semarang.
“Tentu saya ketua masjid ini menyambut gembira, senang dan bahagia sudah memilih tempat ini untuk pusat kegiatan. Ini kan bagi Pak Jokowi terakhir salat Idul Adha sebagai presiden, jadi mudah-mudahan agar beliau diberi keselamatan. Tentu kami senang dan tentu kami persiapkan dengan baik,” jelas dia.
“Besok jadi hewannya diserahkan di sini, sapinya kan limusin di atas 1 ton, penyembelihan di Islamic Center. Kita sudah punya langganan untuk diberikan daging, ada yang datang, ada yang kami antar. Ada juga yang dikirim ke panti asuhan. Kita biasanya begitu,” sebut Daroji.
Sementara itu, Kepala Bala Inseminasi Buatan Dinas Peternakan dan Keswan Provinsi Jawa Tengah, Agus Sucipto menerangkan, sapi kurban sumbangan Jokowi merupakan sapi jenis limosin dengan bobot 1,250 ton. Sapi ini berasal dan dibeli dari peternakan Kabupaten Wonogiri.
Pihaknya juga sudah mengecek kondisi kesehatan hewan kurban milik Jokowi. Pihaknya memastikan sapi itu bebas dari parasit dan cacing, sehingga aman untuk dibagikan dan dikonsumsi.
“Kurang lebih satu bulan lalu kami lakukan identifikasi dulu dengan Dinas Kabupaten Wonogiri, kemudian kami diarahkan ke beberapa peternak. Kebetulan kita menemukan bobot cukup besar tinggi secara fisik. Ini bobotnya 1 ton 250 kilogram,” imbuhnya.(HS)