HALO SUKOHARJO – Status Kabupaten Sukoharjo yang masih berada pada level 2 pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPLM) membuat jajaran Polres, Kodim 0726, dan Pemkab mempergencar penegakan protokol kesehatan di berbagai tempat.
Seperti dilaksanakan di Kecamatan Mojolaban, aparat gabungan dari ketiga unsur tersebut, MInggu (23/1/2022) malam menggelar patroli malam di sekitar Pasar Bekonang dan lapangan Mojolaban.
Dalam patroli itu, petugas gabungan mendatangi kios-kios, warung-warung kuliner, dan tempat berkumpul warga di Kecamatan Mojolaban. Di tempat-tempat itu, petugas gabungan mengingatkan untuk tidak berkerumun dan tetap memakai masker.
Bagi warga yang tak bermasker, petugas pun menyampaikan teguran, sekaligus membagikan alat pelindung tersebut secara gratis.
Danramil 10/Mojolaban Kapten Inf Mustamim, mengatakan kegiatan tersebut memang digelar untuk mengingatkan warga, agar selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan, terutama memakai masker, dalam kegiatan sehari-hari.
Menurut dia, penurunan kasus dan level PPKM dari tiga menjadi dua, jangan sampai membuat warga kendor dalam menerapkan protokol kesehatan. Terlebih saat ini varian baru Covid-19, seperti Omicron mulai merebak.
“Level PPKM boleh turun, tetapi kedisiplinan protokol kesehatan jangan dilupakan, tetap waspada, jangan lengah untuk menekan risiko sekecil mungkin persebaran covid 19 merebak kembali,” kata Danramil.
Kegiatan penegakan protokol kesehatan, juga dilaksanakan di wilayah Kecamatan Bendosari. Dalam kegiatan yang dilaksanakan sambil patroli malam tersebut, petugas juga memberikan imbauan kepada warga, akan pentingnya menerapkan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas.
“Kami senantiasa siap siaga bersama dengan aparat yang lain akan terus bersinergi dengan mengerahkan para Babinsa, mereka siap hadir bersama aparat lainnya di tempat-tempat keramaian memberikan edukasi, untuk mencegah cluster baru di wilayah Kecamatan Bendoari,” kata Danramil 12 Bendosari, Kapten Inf Gasar.
Adapun sasaran edukasi, adalah warga yang sedang menikmati kuliner malam, termasuk para remaja. Dia berharap pandemi segera berakhir, agar semua warga bisa beraktivitas secara normal kembali.
Vaksinasi Anak
Selain gencar menengakkan protokol kesehatan, para pemangku kepentingan di Sukoharjo juga gencar menggelar vaksinasi, termasuk untuk anak-anak berusia 6-11 tahun.
“Harapan kami, herd immunity segera terbentuk, sehingga anak-anak dapat sekolah secara tatap muka dan terhindar dari penyebaran Covid-19,” kata Wakapolres Sukoharjo, Kompol Teguh Prasetyo saat meninjau lokasi vaksin.
Wakapolres juga mengatakan, guna menarik minat anak-anak, Polres Sukoharjo juga mengajak anak-anak yang sudah vaksin, untuk menaiki motor gede (moge) dari Satlantas Polres Sukoharjo.
“Jadi kita siapkan juga moge, untuk menarik minat anak-anak untuk vaksin. Di mana anak-anak yang telah divaksin, bisa naik moge dan berfoto-foto,” ungkapnya.
Wakalpolres menambahkan, vaksinasi merupakan salah satu kunci dan faktor penentu dalam pengendalian penyebaran Covid-19 selain dengan penerapan protokol kesehatan.
“Karena dengan vaksinasi ini kekebalan tubuh akan terbentuk dalam menghadapi pandemi Covid-19,” jelasnya.
Dia berharap dengan tercapainya target vaksinasi ini, penyebaran Covid-19 dapat ditanggulangi dan pandemi segera berakhir.
Sementara itu, Sisri, Kepala SDN Jetis 1, mengucapakan terima kasih kepada Polres Sukoharjo, yang telah menyelenggarakan vaksinasi di SDN Jetis 1.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Polres Sukoharjo yang telah menyelenggarakan vaksinasi di SDN Jetis 1, Semoga dengan percepatan vaksinasi ini pandemi Covid-19 segera berakhir,” ucapnya. (Pur, HS-08)