HALO SEMARANG – MotoGP 2022 berjalan sulit bagi Honda karena empat pembalap mereka justru tenggelam di balik rumitnya motor RC213V.
Pabrikan Jepang itu masih bercokol di posisi terbawah dalam klasemen sementara konstruktor musim ini.
Alberto Puig, manajer tim Repsol Honda, merupakan orang yang paling bertanggung jawab atas kekacauan yang menimpa timnya paling tidak dalam dua musim terakhir.
Pengamat MotoGP, Carlo Pernat, menyarankan kepada tim berlogo sayap tunggal itu untuk secepatnya mencari pengganti Puig.
Salah satu kesalahan Alberto adalah dalam menentukan pembalap anyar untuk musim depan.
Puig belum juga merekrut pembalap Suzuki, Joan Mir.
‘’Terlihat aneh kalau Mir tidak punya tim pada musim depan,’’ ungkap Pernat seperti dikutip dari Motosan.
Puig terlalu tergantung pada Marc Marquez.
Menurut Carlo, Davide Brivio merupakan orang yang tepat untuk menjadi manajer tim baru Repsol Honda.
‘’Hipotesis menghadirkan Davide perlu dipertimbangkan. Dia tahu kondisi pabrikan Jepang, dan andal dalam memilih pembalap,’’ tuturnya.
Gosip Brivio merapat ke Honda sudah muncul sejak Juni lalu.
Selepas membawa Suzuki meraih gelar juara dunia pada MotoGP 2020, Davide memilih pergi dan kini menjadi direktur balap Alpine F1 Team.
Repsol Honda memang butuh perubahan jika ingin eksis lagi pada MotoGP 2023. (HS-06)