
HALO SEMARANG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta semua pihak untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem, mulai hari ini Senin (10/5) hingga sepekan ke depan. Cuaca ekstrem dalam periode pancaroba, seperti hujan secara sporadis, hujan deras dengan durasi singkat, disertai petir dan angin kencang, atau hujan es, dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung.
Peringatan dini tersebut disampaikan Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto seperti dirilis BMKG.go.id. Dia menjelaskan, berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer dan laut, terdapat aktivitas fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) di wilayah Indonesia, yang teramati bersamaan dengan aktifnya fenomena gelombang ekuatorial lainnya, seperti gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial.
BMKG juga mengamati pola sirkulasi siklonik di wilayah Indonesia, yaitu di Laut Sulu dan Papua Barat, yang dapat membentuk pertemuan dan perlambatan kecepatan angin. Kondisi atmosfer yang masih labil pada skala lokal, juga mampu meningkatkan potensi konvektif kuat, yang menyebabkan pembentukan awan hujan menjadi lebih intensif di beberapa wilayah Indonesia.
Kondisi tersebut dapat menimbulkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah. Hujan sedang hingga deras, pada Senin (10/5) hingga Rabu (12/5), berpotensi terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Barat, dan Papua.
Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, pada 13-15 Mei 2021, juga berpotensi terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.
Cuaca ekstrem pada 16-17 Mei 2021, juga berpotensi terjadi di Aceh, Kepulauan Riau, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.
Untuk tiga hari ke depan, berdasarkan Prakiraan Cuaca Berbasis Dampak banjir atau banjir bandang dengan kategori Waspada, dapat terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Jawa barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Papua
Untuk prakiraan cakupan spasial maksimum awan comulonimbus (CB), dengan persentase cakupan spasial maksimum antara 50-75% (OCNL / Occasional) (10-16 Mei 2021), diprediksi terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Laut Jawa, Laut Sulawesi, Selat makassar, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Laut Banda, Papua Barat dan Papua.
Gelombang
Untuk tinggi gelombang 1.25 – 2.5 meter (moderate sea), kemungkinan terjadi di perairan utara Sabang, Selat Karimata bagian selatan, perairan utara Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Laut Jawa, perairan selatan Kalimantan, perairan Kotabaru, Selat Makassar bagian selatan, Laut Bali, dan Laut Sumbawa
Juga di Perairan Kepulauan Sabalana hingga Kepulauan Selayar, Teluk Bone bagian selatan, perairan Baubau hingga Wakatobi, perairan Manui – Kendari, perairan selatan Kepulauan Banggai hingga Kepulauan Sula, Perairan Bitung – Likupang, Perairan Kepulaian Sitaro, Perairan Kepulauan Talaud.
Tinggi gelombang laut 1.25 – 2.5, juga dapat terjadi di perairan utara Halmahera, Laut Halmahera, Perairan utara Papua Barat hingga Papua, Samudra Pasifik utara Papua Barat hingga Papua, Laut Flores, Laut Sawu bagian utara, Selat Ombai, Laut Banda, Perairan Pulau Buru hingga Pulau Seram, Perairan Kepulauan Sermata, Perairan utara Kepulauan Babar hingga Kepulauan Tanimbar, Perairan selatan Kepulauan Kei hingga Kepulauan Aru, Laut Arafuru bagian timur.
Untuk laut dengan tinggi gelombang 2.5 – 4.0 meter (Rough Sea), kemungkinan terjadi di perairan barat Aceh, Perairan barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, perairan Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudra Hindia sebelah barat Sumatra, serta Selat Sunda bagian barat dan selatan.
Rough Sea juga berpotensi terjadi di perairan selatan Banten hingga Pulau Sumba, Selat Bali – Lombok – Alas bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, perairan Pulau Sawu, Perairan Kupang – Pulau Rotte, Laut Sawu bagian selatan, Samudra Hindia selatan Bali hingga NTT, Perairan selatan Kepulauan Babar hingga Kepulauan Tanimbar, serta Laut Arafuru bagian barat dan tengah
Untuk tinggi Gelombang 4.0 – 6.0 meter (Very Rough Sea), kemungkinan terjadi di Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Timur. (HS-08)