in

Polri Tegaskan Komitmen Tingkatkan Peran Dalam Misi Perdamaian PBB

Pertemuan tingkat tinggi para kepala kepolisian negara anggota PBB (UN Cops 2022). (Foto : humas.polri.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmen Indonesia, untuk meningkatkan peran dalam sejumlah misi pemeliharaan perdamaian PBB.

Saat ini juga sedang dipersiapkan Formed Police Unit (FPU) atau satgas untuk mengisi misi baru, yakni Minusca di Afrika Tengah dan Minusma di Mali.

Komitmen Indonesia tersebut disampaikan Polri, dalam pertemuan tingkat tinggi para kepala kepolisian negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (KTT PBB III UN Cops 2022).

Pertemuan dihadiri oleh para menteri, kepala polisi, dan perwakilan organisasi kepolisian regional dan profesional.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan, Minggu (4/9/2022) mengatakan satu kontingen berisi 140 personel Satgas Garbha FPU, dalam misi Minusca di Afrika Tengah.

Selain itu Polri juga menugaskan 41 personel Individual Police Officer (IPO). Mereka disebar dalam misi Monusco di Kongo, Minuscadi Afrika Tengah, UNMISS di Sudan, dan Minusma di Mali.

Pertemuan polisi dari negara-negara anggota PBB (UN Cops) 2022 ini, berlangsung dari 31 Agustus sampai 1 September di Kantor Pusat PBB, menurut Ramadhan, untuk membahas dan mengontekstualisasikan peran Polisi PBB sebagai penjaga perdamaian dan Agenda 2030 untuk pembangunan yang berkelanjutan.

“Dalam pertemuan tersebut membahas tiga tema utama,” kata dia, seperti dirilis humas.polri.go.id.

Menurut Ramadhan, tiga hal penting yang dibahas dalam pertemuan itu, yakni peningkatan efektivitas kepolisian anggota PBB, dalam pemeliharaan perdamaian; agenda bersama dan agenda 2030 polisi PBB; serta performa, kemampuan dan pola pikir personel Polisi PBB yang dibutuhkan.

Menurut Ramadhan, dalam kesempatan itu Polri menyampaikan intervensi, antara lain bahwa Indonesia turut berpartisipasi dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB.

Selain itu juga mendorong kesetaraan gender pada misi pemeliharaan perdamaian PBB, yakni perlu adanya peningkatan peran polisi wanita dalam pemeliharaan perdamaian.

Ia mengatakan, saat ini Polri telah mengirimkan 30 persen Polwan, sebagai Individual Police Officer (IPO) dan 14 persen Polwan yang bertugas sebagai IPO.

“Polri mendorong prioritas bagi keselamatan dan keamanan Peacekeeper pada pelaksanaan tugas pada misi PBB,” kata Ramadhan.

Ia menambahkan, saat ini Polri juga memiliki Police Peacekeeping training center yang baru saja dibangun.

“Police peacekeeping training center akan menyelenggarakan pelatihan UN Certified Instructure Development untuk wilayah ASEAN, pada 28 November-16 Desember 2022,” katanya.

Dalam KTT UN Cops 2022, Polri mengirimkan delegasinya yang dipimpin oleh Kadivhubinter Polri Irjen Pol Johni Asadoma, beserta lima anggota delegasi, yakni, Kepala Biro Misi Internasional Brigjen Pol Krishna Murti, Kabagdamkeman Romisinter Divhubinter Polri Kombes Pol Audie S Latuheru.

Kemudian, Kasubbagmonev Bagdamkeman AKBP Tito Travolta Hutauruk, Kaurtu Romisinter Divhubinter Polri Kompol Taufik Hidayat Arfiansyah dan Banum Taud Divhubinter Polri Briptu Ni Luh Gede Nanda Anjaswari Rai. (HS-08)

Kecelakaan Maut di Tol Batang-Semarang, Tujuh Orang Meninggal Dunia

Kecam Kekerasan Seksual oleh Guru Agama di Batang, KemenPPPA Dorong Korban Berani Melapor