in

Polisi Lakukan Autopsi Orok Bayi yang Diduga Korban Aborsi Penghuni Kos Semarang

Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena.

HALO SEMARANG – Polrestabes Semarang melakukan autopsi terhadap orok bayi yang diduga menjadi korban aborsi seorang perempuan penghuni kos di Banyumanik, Kota Semarang.

Wanita berinisial AAD (24) warga Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang ini diduga menggugurkan kandungannya yang masih berusia 6 bulan pada Jumat (21/3/2025) lalu.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena mengatakan, pihaknya saat ini tengah menyelidiki laporan itu. Proses penyelidikan yang masih berlangsung adalah autopsi terhadap korban.

“Masih didalami hasil autopsi. Ini kan baru autopsi, ada beberapa hasil yang harus kita tunggu, hasil lab,” ujarnya di Polrestabes Semarang, Senin (24/3/2025).

Ia menjelaskan, ada bagian tubuh atau organ bayi yang sedang diperiksa. Kini proses autopsi masih berlangsung.

“Itu kan ada organ bayinya harus kita lab dulu,” bebernya.

Lebih lanjut, ia masih mendalami soal dugaan aborsi ini. Termasuk memeriksa orang tua korban, yaitu wanita yang dilaporkan melakukan aborsi dan laki-laki pasangannya.

“Kita dalami (soal aborsi-red). Mengarah tersangka, dua-duanya? nanti melihat hasil penyelidikan,” tandasnya.

Sebelumnya, kejadian ini terungkap setelah adanya laporan salah satu warga ke kepolisian. Awalnya seorang penghuni kos melihat ADD masuk ke kamar mandi hanya saja tidak kunjung keluar. Selanjutnya, saksi masuk ke kamar kosnya untuk tidur.

Kemudian penghuni kos itu dimintai tolong oleh ALT, atau saksi lain untuk mengantar ADD ke RSUD dr Gondo Suwarno Ungaran, Kabupaten Semarang.

Kondisi ADD saat itu segera dilarikan ke IGD RSUD dr Gondo Suwarno, Ungaran karena mengalami pendarahan. Tim medis kemudian mengungkapkan jika ADD baru saja melahirkan. ADD diduga minum obat sejenis obat penggugur sejak pukul 13.00 WIB.(HS)

Pastikan Tenaga Kerja di Jateng Terima THR, Ahmad Luthfi Cek Dua Perusahaan di Semarang

Bazar Ramadan Hidupkan Ekonomi Warga Semarang