HALO SPORT – Aki Ajo akan dipercaya sebagai manajer tim pabrikan KTM mulai MotoGP 2025.
Ajo (56) menggantikan Francesco Guidotti yang masa baktinya habis pada akhir musim ini.
Ajo bukan sosok asing bagi tim pabrikan asal Mattighofen itu.
Pria asal Finlandia itu merupakan pemilik tim Ajo Motorsport yang malang melintang pada kategori bawah dari kejuaraan dunia balap motor grand prix.
Ajo Motorsport punya reputasi yang tak perlu diragukan lagi.
Menjalani debut di kelas 125cc (sekarang Moto3) pada 2001, Ajo terus merangkai prestasi hingga menjadi tim tersukses di kelas Moto3 dan Moto2 dalam satu dasawarsa terakhir.
Sejumlah pembalap bertalenta pernah dibesut Aki secara langsung.
Sebut saja Marc Marquez yang memperkuat tim Ajo di kelas 125cc saat meraih gelarnya yang pertama pada 2010.
Ajo memperkuat pengaruhnya dengan menggandeng KTM dan melebarkan sayap ke kelas Moto2 pada 2015.
Pembalap-pembalap juara dunia yang dicetak di tim asal Finlandia itu terus bertambah.
Sebut saja Johann Zarco (Moto2 2015 dan 2016), Brad Binder (Moto3 2016), Remy Gardner (Moto2 2021), Augusto Fernandez (Moto2 2022), dan Pedro Acosta (Moto3 2021 dan Moto2 2023).
Kolaborasi Ajo dengan KTM dipastikan makin erat selepas dirinya dipercaya menangani tim utama KTM.
Aki bakal kembali memoles dua mantan pembalapnya yang telah menjelma menjadi pembalap papan atas MotoGP, yakni Brad Binder dan Pedro Acosta.
’’Sebuah kehormatan mendapatkan tawaran peran baru yang hebat ini dan kesempatan untuk bekerja di MotoGP bersama Red Bull KTM Factory Racing,’’ ujar Ajo seperti dilansir dari MotoGP.
Menurut dia, saat ini MotoGP berada di level yang sangat tinggi.
’’Kami perlu terus bekerja di banyak aspek dan memakai berbagai kekuatan yang kami miliki untuk membentuk paket KTM ke sebuah standar yang lebih baik,’’ paparnya.
Ajo bertekad mengatur mereka dengan cara terbaik.
Tim Ajo tetap akan beroperasi di kelas Moto2 dan Moto3, meski sang pemilik mendapatkan promosi ke kelas utama musim depan.
KTM berharap bisa mengandalkan pengalaman dan pengetahuan Ajo terhadap filosofi KTM untuk merangkak ke posisi yang lebih tinggi.
KTM belum bisa meraih mimpi mereka untuk menjadi juara dunia MotoGP. (HS-06)