HALO BATANG – Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Dislutkanak) Batang, telah menerjunkan petugas kesehatan hewan (Keswan), ke sejumlah Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan masjid, untuk memastikan daging kurban bebas dari penyebaran cacing hati.
Di setiap tempat, petugas mengecek kondisi jeroan sapi, seperti hati yang rawan menjadi tempat perkembangbiakan cacing tersebut.
Kepala Dislutkanak Batang Windu Suriadji, mengatakan pengecekan dilakukan menyeluruh ke RPH, masjid, dan musala serta tempat yang dimanfaatkan untuk menyembelih hewan kurban.
“Khusus di tingkat kecamatan kami siagakan para mantri hewan, untuk mengecek langsung kondisi hati sapi setelah penyembelihan,” katanya, seperti disampaikan brebeskab.go.id, Selasa (18/6/2024)
Setelah dilakukan pengecekan, petugas tidak menemukan cacing hati pada daging kurban dari 8 sapi yang dikurbankan.
Meski bentuknya kecil, namun masyarakat tidak boleh meremehkan cacing hati karena jika terkonsumsi akan berdampak buruk bagi kesehatan.
“Jika makanan terkontaminasi cacing hati dampaknya bisa sakit perut, mual, dan muntah bahkan komplikasi,” jelasnya.
Sementara itu, panitia kurban Satori menerangkan, tahun ini para sohibul kurban mengorbankan 8 sapi, yakni 4 ekor dari RPH Sambong, 4 ekor dari peternak lokal serta 2 ekor kambing.
“Itu semua dari warga sini yang diniatkan untuk ibadah kurban tahun ini,” terangnya.
Panitia dibantu petugas kesehatan hewan dalam memastikan daging bebas dari penyebaran cacing hati. Dari hasil pemeriksaan, petugas menyatakan aman untuk dikonsumsi.
“Insyaallah akan ada 900 kantong daging yang siap disalurkan baik warga sekitar, dan fakir miskin dan panti asuhan di luar perumahan,” ujar dia. (HS-08)